"Zan lo kenapa dari tadi ngelamun mulu?" tanya Daffa yang sedari melihat Fauzan sedari tadi membungkam mulutnya.
"Gak papa."
"Serius lo ada apa?"
"Gak papa."
"Kalo gak ada apa-apa kenapa sedari tadi lo diem, gue tau banget kalem bukan gaya lo."
"Masalahnya rumit Fa," ucap Fauzan lalu menghela nafasnya.
"Serumit apapun masalahnya, gue yakin pasti ada jalan keluarnya Zan."
"Lo yakin?"
"Yakin lah Zan."
Fauzan menelisik Daffa lalu berdehem singkat. "Gara sebenernya orangnya gimana sih Fa?"
Daffa menoleh lalu mengangkat sebelash alisnya.
"Kenapa lo tiba-tiba tanya Gara?"
"Gue cuma nanya, lo kan dulu deket banget sama Gara."
"Gara ya," ucap Daffa dengan mata menerawang. "Pendiem, cukup tertutup juga, tapi Gara baik."
"Cuma itu aja Fa?"
"Apa lagi?"
Fauzan menghembuskan nafasnya ia ragu, apalagi laki-laki di sampingnya ini sangat sentimental dan irit bicara. Ia takut menyinggung perasaan Daffa.
"Oke. Lo....pernah ngerasa...kalo Gara sembunyiin....sesuatu dari lo gak?"
"Lo ngomong apa sih Zan. Gara udah meninggal, gue rasa lo gak perlu ikut campur urusan Gara."
Fauzan menghela nafas gusar. Benarkan berbicara dengan Daffa itu sangat sulit, laki-laki terlihat marah sekarang.
"Kalo gue bilang Gara masih hidup, apa lo percaya?"
"Apaan sih lo! Omongan lo makin ngelantur."
"Gue serius, gue liat dengan mata kepala gue sendiri."
"Cukup Zan! Gue gak percaya sama lo.
Lo juga liat pake mata kepala lo sendiri, Gara di kuburin."
"Tapi gue serius Fa."
"Halu lo! Seenak jidat tiba-tiba ngomong kalo Gara masih hidup gila lo!"
"Tapi gue gak bohong, gue bisa cari bukti."
"Ngumpulin bukti di mimpi lo!"
"Sekarang lo diem dan biarin gue jelasin sejelas-jelas," ucap Fauzan setenang mungkin. "Lo tau kemaren gue bol-"
"Udah Zan! Cukup!! Gue gak mau dengerin apapun dari lo," tukas Daffa lalu pergi keluar dari markas Tndalas tanpa menoleh sedikitpun.
Fauzan duduk sambil termenung, percuma membicarakan ini dengan dlDaffa ataupun yang lain. Semuanya akan menganggap ia bohong, tak ada yang percaya padanya.
"Zan itu kenapa tadi gue liat kayanya sih Daffa lagi kesel?" tanya Arthur.
Laki-laki itu baru saja datang tiba-tiba di kagetkan dengan Daffa yang sedang duduk diatas motornya raut wajah yang kesal, lalu pergi begitu saja tanpa menyapa Arthur maupun Cakra.
"Ini pasti ulah lo," tuduh Cakra sambil menunjuk Fauzan.
"Jangan asal nuduh Cak. Lo tau kenapa si Daffa?" ucap Arthur.
Fauzan tetap diam seribu bahasa dan tak bergeming, membuat Cakra maupun Arthur dibuat bingung.
"Gue tanya lo berdua ada apa?" tanya Cakra tegas.
Fauzan berdecih lalu menatap sinis Cakra. "Sekarang gue tanya, kemaren lo dari kemana? Lo dengan seenak jidat nyuruh gue cepet kemarkas tapi lo malah gak dateng ataupun ngasih tau gue."
KAMU SEDANG MEMBACA
Enigma[Complete]
Novela JuvenilKisah seorang remaja menengah SMA yang kehilangan jati dirinya, ia yang harus berpura-pura menjadi orang lain karna sebuah kesalahan. Sebuah rahasia yang akhirnya melenyapkan kepribadiannya, ia yang memiliki sosok lain dalam dirinya, atau orang awam...
![Enigma[Complete]](https://img.wattpad.com/cover/281928383-64-k256379.jpg)