Fauzan baru saja sampai dilapangan basket setelah pergi ke WC. Entah mengapa dipertengahan jalan tiba-tiba perut sangat mulas.
"Lah ini mana Raka, katanya disini lagi pada ribut ini sepi anjir."
Fauzan tengah berdiri sambil berkacak pinggang sambil celingukkan kesana kemari.
"Woy! Sini lo," teriak Fauzan pada seorang Siswa yang berjalan tak jauh darinya. "Katanya disini ada yang berantem? Udah mulai apa belum sih?"
"Udah bubar dari tadi."
"Ah! Sial. Terus sekarang pada kemana?"
"Oh Bang Raka ada di UKS dibawa sama Ketos."
"Oke, thanks." Fauzan langsung berlari menuju UKS, jujur saja ia sekarang sangat khawatir dengan Raka.
Bahkan Fauzan beberapa kali menabrak seseorang, karna ia lari dengan sangat tergesa.
BRAK
"Raka..." Fauzan memanggil teramat lirih.
Disana Raka sedang terbaring lemah. Sedangkan Mira sedari tadi gadis itu menangis sambil mengusap pelan wajah Raka.
"Gimana keadaan Raka sekarang?" tanya Fauzan.
"Stop! Berhenti disitu," ucap Mira diselingi isak tangis, Fauzan yang baru saja berjalan dua langkah langsung berhenti.
Fauzan paham, mungkin Mira marah dan sedih karna ia dan anggota Inti Andalas tak bisa menjaga Raka dengan baik. "Gue mewakili semuanya minta maaf, kita semua gak bisa jagain Raka."
"Ini semua gara-gara lo semua."
"Iya gue tau."
"Ini semua gara-gara kalian bertiga terutama cakra."
Fauzan menatap Mira dengan wajah terkejut. "Maksud lo apa Mir?"
"Coba aja Cakra gak ngajak Raka ikut geng motor sialan kalian, semuanya pasti gak akan kaya gini hiks...hiks.."
"Maksud lo apa? Kita semua juga sedih Mir, bukan cuma lo."
"Lo, Arthur, terutama Cakra cuma bawa pengaruh buruk buat Raka sama Daffa."
Fauzan membuka mulutnya lebar, ia tak percaya Mira menyalahkan-nya dan kedua sahabatnya. Bahkan ia juga tak menginginkan hal itu terjadi, begitupun Cakra dan Arthur.
Seriously, nih cewek gila apa.
"Pergi sekarang juga lo." Ujar Mira dengan memejamkan mata menahan tangis yang sedari tadi sudah mengalir.
Fauzan memilih melangkah kan kakinya keluar dari UKS, sepertinya Mira membutuhkan waktu sendiri untuk menenangkan pikirannya.
Walaupun pukulan Samudra pada Raka tak seberapa, tapi Raka mempunyai penyakit kelainan jantung sejak kecil. membuat kedua orang tuanya sangat protektif padanya, serta membatasi kesehariannya. Inilah alasan Raka jarang berkumpul dengan Inti Andalas diluar jam sekolah.
Fauzan kini sudah berada didepan ruangan BK, sejujurnya ia bingung untuk masuk atau tidak. Tapi jika dipikir-pikir ia sama sekali tak terlibat dalam adu hantam di Lapangan tadi, jadi sudah jelas kali ia tak akan dihukum.
Tetapi Demi celana kolornya Arthur yang berwarna pink, sekarang ia ingin sekali memukul Samudra sampai babak belur.
__________________________
Bu Lastri, Guru BK di SMA Cendana yang berperawakan besar tinggi dan sedikit gempal.
"Sekarang saya akan memanggil semua orang tua kalian, terutama kamu Samudra," ucap Bu Lastri yang menunjuk kearah Samudra.
KAMU SEDANG MEMBACA
Enigma[Complete]
Teen FictionKisah seorang remaja menengah SMA yang kehilangan jati dirinya, ia yang harus berpura-pura menjadi orang lain karna sebuah kesalahan. Sebuah rahasia yang akhirnya melenyapkan kepribadiannya, ia yang memiliki sosok lain dalam dirinya, atau orang awam...
![Enigma[Complete]](https://img.wattpad.com/cover/281928383-64-k256379.jpg)