Hari ini Adalah hari pertama keenam laki-laki populer di SMA Cendana, melaksanakan hukuma hari pertama yang langsung dipantau oleh Bu Lastri.
"Sialan!! rasanya gue pengen nangis. Coba kemaren gue gak nonjok Samudra sama adu bacot sama orang gila, Sekarang pasti gue lagi leye-leye di kelas." Fauzan langsung bersender didinding.
"Gue gak butuh curhatan sedih lo. Lagian kemaren otak lo dimana anjirr udah tau samping BK, malah lo tiba-tiba nonjok Samudra."
"Diem lo Fa, gue gak butuh ceramah dari lo," ucap Fauzan, ia lalu menutup hidungnya dengan tangan. "Buset...nih WC sekolah apa kandang sapi anjir, bau bener."
"Wc sekolah sama kandang gak ada bedanya, sama sama tempat pembuangan limbah ogeb."
"Iye iye, terus kita bersihinya darimana?" tanya Fauzan sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Lo ternyata bener -bener bego ya Zan, kaya gini aja kagak tau."
"Lah emang lo tau Fa?"
"jangan manggil gue Fa anjir, nama gue Daffa bukan Eva."
"Lo bego, jelas gue manggil Fa artinya Faffa bukan Eva," ucap Fauzan, ia mengetuk-ngetuk dagunya, lalu tersenyum miring."Oh iya! Gue lupa, lo kan punya mantan yang namanya Eva. Past belum move on."
Daffa langsung mendelik.
"Mending sekarang lo diem, sebelum gue jahit tuh mulut lemes lo."
"Slow Fa, sensi aja lo."
"Diem! Lo mau gue tonjok," ucap Daffa lalu menunjukkan kepalan tangannya.
"Huhh takut.." Fauzan sekarang semakin menjadi jadi, entahlah melihat Daffa kesal Adalah kesenangan tersendiri baginya.
Daffa yang tak tahan dan sudah sangat sangat kesal pun langsung menedang lutut Fauzan.
"Aduh! Daffa kampret! tega bener lo," ringis Fauzan sambil memegang lututnya yang berdenyut nyeri.
Daffa tersenyum miring. "Baru gue tendang lutut, belum gue tendang tuh mulut."
Fauzan sangat kesal. Tiba-tiba terlintas ide licik di pikirannya, untuk membalas Daffa. Tidak mungkin ia adu jotos dengan Daffa bisa-bisa pulang tinggal nama.
Byur...
Fauzan menyiram wajah Daffa dengan gayung berisi air penuh cukup membuatnya basah.
"Sialan lo Zan!" umpat Daffa.
Fauzan tertawa keras sambil memegangi lutut dan perutnya.
"Ada apa ini!" teriak Bu Lastri di ambang pintu.
Bu Lastri langsung masuk dan menghampiri keduanya.
"Hehe gak ada apa apa kok Bu," ucap fauzan tersenyum kikuk.
"Kamu pikir saya bodoh Fauzan! Lihat bahkan WC ini belum kalian bersihkan sama sekali, dan kenapa Daffa bisa basah begini?"
"Fauzan nyiram saya tadi Bu." Daffaengadu pada Bu Lastri dengan wajah memelas.
"Sudah saya duga, dimana ada keributan pasti ada Fauzan."
Fauzan mendelik. "Apa apaan kenapa pake bawa-bawa saya. Ibu sudah pakai kaca mata sebesar gaban, apa kurang besar kaca matanya Bu? Kemarin ribut-ribut gak ada saya tuh."
"Dasar halu! Buktinya sekarang kamu disini Fauzan."
"Daffa sekarang kamu pergi, dan Fauzan sekarang kamu bersihkan WC ini sendirian sebagai hukuman karna sudah menyiram Daffa, " titah Bu Lastri.
Bu Lastri langsung meninggalkan Fauzan yang melongo, dan Daffa yang tertawa puas lalu bergegas pergi.
"Selamat bersenang-senang," kata Daffa sambil menepuk bahu Fauzan lalu bergegas pergi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Enigma[Complete]
Ficção AdolescenteKisah seorang remaja menengah SMA yang kehilangan jati dirinya, ia yang harus berpura-pura menjadi orang lain karna sebuah kesalahan. Sebuah rahasia yang akhirnya melenyapkan kepribadiannya, ia yang memiliki sosok lain dalam dirinya, atau orang awam...
![Enigma[Complete]](https://img.wattpad.com/cover/281928383-64-k256379.jpg)