ANSA - 29

130 26 0
                                        

Rasa sakit mendera kepalanya sejak satu jam yang lalu. Bahkan ia harus bisa menjaga ekspresinya di tengah ruangan perpustakaan itu. Mengingat satu teman seperkuliahannya tidak tau apa yang ia rasakan

"Dar, Lo kenapa deh? Lo pucet" tanya Juna

Haidar menggeleng
"Laper kali. Gw tadi cuma minum susu sama roti doang"

Setidaknya ia tidak berbohong, bahkan tadi ia hanya minum setenggak saja karena Hana terus meneriakinya agar lebih cepat. Tapi sungguh, mungkin sakit ini karena ia tadi lupa minum obat, obatnya habis kemarin malam

"Beneran? Bentar lagi ke lapangan loh. Kalo sakit Lo bisa ke UKS aja, ntar gw suruh murid bawa lu ke UKS"

Haidar tentu tak diam saja saat Juna bersikeras menyuruhnya untuk beristirahat

"Ga papa. Nanti gw lihat di barisan tamu, sambil duduk. Gw mau liat Hana hari ini. Hari ini sekali seumur hidupnya ikut lomba debat"

Juna mengangguk, lalu sedikit berjalan cepat keluar perpustakaan. Berbeda dengan Haidar yang masih harus memfokuskan pandangannya pada sekitar. Matanya berkunang-kunang

"Jangan sekarang. Kasian Hana. Tolong"

...
...

Suasana riuh menyelimuti lapangan basket tempat ketiga belah pihak akan melakukan lomba debat

"Tema dan ketentuan sudah kami sebarkan, pertandingan bisa dimulai" ucap salah satu juri di kursi paling tengah

MC mengambilalih acara
"Baik. Untuk adik adik semua, bagaimana pendapat anda terkait isu full day school yang semakin giat di berlakukan di berbagai daerah?"

Hening

Hingga dentingan bel dari salah satu juri membuat dua pihak sebagai pro maupun kontra berebut argumen

"Ya, Tim A"

Hana bernafas lega. Setidaknya di kesempatan pertama ia bisa menggunakannya untuk menyanggah, maupun menyetujui mosi hari ini

"Baik, sebelumnya saya Hana dari Tim A akan menyanggah pertanyaan MC mengenai full day school"

Ia mengambil nafas. Sedikit ia rasakan bisikan dari Sagara yang kini menyemangatinya diam diam

"Lo bisa. Bang Haidar di pojok kanan" bidiknya

Hana mengangguk
"Menurut mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, maksud dari full day school adalah pemberian jam tambahan"

Baru Hana ingin melanjutkan ucapannya, Tim B menekan tombol

"Jam tambahan? Sekolah memiliki minimal 5 ekstrakulikuler sesuai bidangnya. Itu bisa menjadi jam tambahan untuk kreatifitas siswanya" sanggah siswi dari Tim B

Sekarang Hana tau. Lawan utamanya sekarang Tim B. Artinya ia harus bisa menyanggah dengan lebih baik apapun yang dilontarkan tim lawan

Giliran Sagara mengambil alih stand mic di depan Hana, menggeser ke podium depannya

"Bisa kami jelaskan. Mungkin ekstrakurikuler masih sangat dibutuhkan untuk keahlian siswa. Namun, pada jam tambahan ini siswa tidak akan dihadapkan dengan mata pelajaran yang membosankan. Kegiatan yang dilakukan seusai jam belajar-mengajar di kelas selesai adalah ekstrakurikuler (ekskul)"

Diam

"Baik, bisa disanggah argumen dari Tim A?"

Tak lama Tim B kembali menekan tombol
"Untuk jenjang pendidikan yang lebih rendah sebangsa SD, mereka masih tergolong anak-anak yang mudah bosan. Selain itu, jika dilihat dari segi fisik juga kurang baik untuk kesehatan. Siswa masih butuh istirahat yang cukup di rumah agar konsentrasi juga lebih maksimal. Apalagi jika nanti mereka masih memaksakan diri untuk mengikuti ekstrakurikuler yang mereka senangi"

Atas Nama Semesta dan Athala (Tamat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang