Kesempatan

1.7K 293 35
                                    

Jaehyun pusing, udah seiminggu Ryujin dirumahnya tapi seminggu juga Ryujin nggak mau keluar kamar atau bahkan makan. Dia cuma mau minum dan makan seadanya. Setiap Jaehyun datengin ke kamarnya Ryujin pasti selalu nangis. Rose beberapa hari lalu kesini dia maki-maki dan nampar dirinya karena keputusannya. Tapi Jaehyun udah kekeuh mau Ryujin. Kalau Rose nggak mau biar dirinya saja yang memeperjuangkan ha asuh Ryujin.

Jinyoung dan Jisoo juga sudah menelponnya dan bakan kesini namun ia menolak bertemu dan mengangkat telpon mereka. Jaehyun sudah mantap tidak akan melepaskan anaknya. Haechan juga pernah mengamuk didepan rumahnya bhakan menerobos mendatangi apartemennya yang kini dipakai Irene tinggal mencari Ryujin.

Jaehyun tenggelam dalam pikirannya sampai telpon dari penjaga rumahnya yang mengatakan ada remaja laki-laki mencarinya membuatnya heran.  

"siapa?"

"Lee Jeno"

Jaehyun melihat dari cctv dan merasa familiar dengan sosok tersebut akhirnya mengizinkan pemuda itu masuk. Ia pernah berpapasan dengan Jeno ketika bersama Ryujin dulu.

Dengan jantung deg-degan Jeno melangkah mengikuti seseorang yang mengantarkannya ke dalam ruang kerja Jaehyun.

"Terimakasih" ucap Jeno pada orang tersebut saat orang itu berpamitan.

Jeno menatap canggung Jaehyun yang menatapnya datar.

"duduk, Ada apa?"

Jeno duduk di sofa dihadapan Jaehyun, "Saya rasa om tahu tujuan saya kesini"

Jaehyun tersenyum simpul, "saya rasa kamu tahu jawabanya"

Jeno mengangguk lemah, "om tau kan saya punya saudara kembar namnya Eric? dia yang ngasih om flashdisk berisi video yang dikasih Jaemin ke om. Saya sepertinya tahu apa isinya soalnya Eric juga bilang ke saya"

Jaehyun diam mendengarkan Jeno berbicara.

"Om tau kenapa Eric adik saya ngelakuin ini semua?  Dari awal sepertinya dia udah tau rahasia ini. dari Ryujin bercerita tentang kebingungannya ia udah cari tahu dan nemu fakta ini. Pertemuan om di jembatan sama Eric, meninggalnya dia itu udah jadi pertimbangan dan rencana buat dia. Om tau kenapa dia kasih petunjuk ke om?"

Jeno tersenyum melanjutan kalimatnya, "Ia yakin om punya kesempatan tapi om nggak tahu harus gimana. Eric tau fakta bahwa Ryujin anak om bahkan sebelum Ryujin sadar akan hal itu. Eric juga udah ngeyakinin buat nerima om dan om tau Ryujin juga mikirin dan mempertimbangkan buat nerima om. Tapi dengan tanpa pertimbangan dan kesabaran om paksa semuanya agar sesuai kemauan om"

"Kamu nggak tau apa-apa tentang semuanya, gimana perasaan saya" sela Jaehyun

"Dan om juga nggak tahu semuanya. gimana perasaan orang-orang dan Ryujin. Saya nggak tahu gimana perasaan ibu kandungnya Ryujin, hingga dia membuat semuanya jadi rumit. tapi sepertinya ini juga nggak mudah buat dia."

"Saya dibuat bodoh sama orang-orang. bertahun-tahun saya ngerasa bersalah pada kesalahan yang bukan salah saya. Saya pikir saya udah biadab ngebiarin anak saya digugurin oleh Jiho tapi apa??? itu ternyata bukan anak saya. Saya ternyata ngelakuin kesalahan yang sesungguhnya tapi saya nggak tau, dan bertahun-tahun saya hidup tanpa ngerasa bersalah kemereka."

"saya cuma mau ambil apa yang seharusnya milik saya"

"kenapa kalian memperumit"

Jaehyun kesulitan menjelaskan kepada Jeno. tentang bagaimana ia yang dibodohi Jiho bahwa Jiho hamil anaknya tapi ternyata itu anaknya Winwin, tentang orangtuanya yang murka karena ia ngotot mengakui anak Jiho sebgai anaknya, tentang ia yang mengejar mimpinya keluar negeri sekaligus diasingkan oleh keluarganya, tentang ia yang dengan tanpa sadar menyakiti dan menghamili Rose sahabatnya. Jaehyun murka dibuat bodoh, ia mau hidup tenang dengan kenyataan.

We (TELAH TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang