Sampai berjumpa diistana

561 67 0
                                    

Marquess dan Bianca mengantar rombongan putra mahkota yang akan kembali ke ibu kota.

"Aku akan menunggumu diistana my lady".

Kata putra mahkota sembari mencium punggung tangannya.

"Jangan terlalu berharap yang mulia,nanti anda akan kecewa".

"Kupastikan itu akan terjadi".

Melihat rombongan sudah tak terlihat Bianca segera pamit naik kekamarnya.

"Ayah,aku akan kembali kekamar,masih ada dokumen yang perlu diperiksa".

"Jangan terlalu memaksakan diri,ayah akan pergi ketambang sebentar".

"Baik ayah".

Bianca bergegas mengganti pakaiannya,ia akan kerestoran memastikan sesuatu.

Edgar yang selama ini selalu menemaninya, adalah keluarga kerajaan.

Satu satunya yang paling Bianca hindari adalah berurusan dengan hal hal yang menyangkut dengan istana.

Tak butuh waktu lama hingga gadis itu sampai didepan restorannya.

"Ester,apa Edgar datang kemari?".

Bianca langsung bertanya pada salah seorang pelayan ketika memasuki restoran yang belum begitu ramai karena masih pagi.

"Benar nona,kemarin tuan Edgar datang kemari tapi anda tidak ada jadi beliau menitipkan surat".

"Surat?".

"Iya,saya menaruhnya dimeja kerja anda".

"Baiklah,terimakasih".

Bianca bergegas memasuki ruang kerjanya dilantai dua.

Diatas meja sebuah amplop berwarna putih tergeletak begitu saja,disampingnya terdapat mawar merah yang sudah tertata didalam vas.

Bianca duduk meraih amplop itu, perlahan membukanya, walau tangannya gemetar tapi ia ingin tahu kebenarannya.

To
Bianca my lady

Maaf tidak menunggumu, beberapa hari kau tidak datang kerestoran.
Semoga kau tidak sakit.

Aku harus kembali ke ibu kota.

Kakakku menemukanku,dia cerewet sekali.

Katanya pekerjaanku tidak boleh ditinggal.

Mungkin butuh beberapa bulan lagi baru bisa kembali menemuimu.

Tapi tolong tunggu aku.

Dan Rindukan aku tentu saja.

From.

                Edgar Lenox Norfolk

"Norfolk?,dia benar benar seorang Duke, bodoh seharusnya aku menyadarinya hanya keluarga kerajaan yang memiliki rambut berwarna hitam".

Bianca terduduk lemas,wajahnya pucat.

Lalu ia mulai berbicara pada dirinya sendiri lagi.

"Bagaimana kalau Edgar tau tentang identitasku,dia pasti kecewa".

"Apa aku katakan saja sejujurnya,tapi dia sudah berangkat  ke ibu kota bersama putra mahkota".

Aku ingin bahagia✔️ (28/02/2022)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang