Rumah kecil yang dihimpit oleh dua gedung di kanan dan kirinya.
Walau sangat sederhana tapi Bianca menyukainya, rumah ini dekat dengan restoran bakso miliknya.
Oiya, kemarin Bianca sudah menemui semua pegawainya, mereka menyambut kedatangan Bianca dengan penuh haru.
Untuk menjaga perasaan majikannya mereka tidak membahas sedikitpun tentang kematian Marquess kepala daerah mereka.
Hari ini Bianca dan Edgar bermaksud berkeliling pasar berbelanja baju dan kebutuhan dapur, maklum mereka tidak membawa banyak barang ketika pergi.
Untung saja rumah yang dipesan Edgar sudah memiliki perabotan lengkap.
Edgar membuka pintu dapur ketika mendengar suara berisik, Bianca dengan rambut dikuncir kuda dan celemek sedang memasak sarapan untuk mereka berdua.
'sungguh pemandangan yang langka, dimana lagi aku bisa melihat seorang lady berkutat didapur, seperti inikah yang orang orang maksud, kebahagiaan bersama orang yang kau cintai tidak dapat digantikan dengan apapun'.
"Ada apa kenapa hanya diam disitu?".
Sapa Bianca yang melihat Edgar hanya terdiam didekat pintu.
"Sepertinya hanya lady Bianca seorang bangsawan yang suka memasak". Pujinya.
"Hahahaha wanita didunia ini terlalu dimanja Ed, aku tidak seperti mereka yang suka memakai pakaian dan perhiasaan mewah dengan make up tebal lalu pesta minum teh ber ha ha hi hi tidak jelas".
"Hahaha oh Tuhan bagaimana bisa kau menciptakan wanita seunik ini".
Edgar dengan gemas memeluk Bianca, mencumbunya penuh cinta.
"Sudah...sudah masakanku akan hangus".
"Mau aku bantu?".
"Boleh, siapkan peralatan makan karena kita harus segera sarapan".
Edgar melepaskan pelukannya.
"Tentu my lady, suatu kehormatan dapat menyuruh seorang Duke menyiapkan piring bukan?". Godanya.
"Anda memang Duke diluar sana tapi disini anda hanya pria mesum penganguran yang selalu menempeliku".
Ejeknya.Ugh...
Kata kata Bianca menusuk tepat dijantung Edgar.
"Kau sungguh kejam Bi, tapi itu memang kenyataan aku penganguran yang selalu menempelimu, untuk mesum aku hanya akan melakukannya padamu, tenang saja". Ucap Edgar percaya diri.
"Apa menurutmu ini bagus?". Tanya Bianca.
"Bagus, memakai apapun kau akan terlihat cantik Bi".
"Sejak tadi kau hanya mengatakan hal yang sama".
Mereka berbelanja di sebuah toko yang baru buka beberapa bulan yang lalu.
Wilayah Winchester semakin ramai dengan pendatang baru, lebih banyak gedung dibangun setahun belakangan ini.
Berbagai toko menjual aneka kebutuhan seperti pakaian dan kebutuhan lainnya.
Dikota ini tidak terlalu banyak bangsawan, kebanyakan mereka rakyat biasa yang bekerja di perkebunan, pertambangan dan berdagang.
Jadi jangan tersinggung jika mereka memperlakukan semua orang dengan ramah,bukan tunduk dan takut.
Berbeda halnya di ibu kota rakyat biasa yang selalu dianggap sampah dan bangsawan yang di dewakan.
"Suami anda benar nona, anda sangat cantik jadi baju seperti apapun pasti cocok".
Imbuh pegawai toko yang mengikuti mereka.

KAMU SEDANG MEMBACA
Aku ingin bahagia✔️ (28/02/2022)
Storie d'amoreKehidupan pertamanya,bisa dikatakan kurang beruntung, hidup sebagai anak pertama ia dituntut harus hidup mandiri,dewasa sebelum waktunya. Lahir dalam keluarga broken home tidaklah mudah. Lalu ia lahir kembali. Sebagai Bianca Camilla Winchester. Pu...