Penyekapan 2

197 28 0
                                    

Sudah seminggu sejak Bianca menghilang, dan itu membuat Edgar seperti orang gila, menyiksa para penjahat yang mereka tangkap agar mau membuka mulut.

Sedang Richard terlihat begitu frustasi, botol alkohol kosong sudah berserakan diruang kerjanya.

"Yang Mulia saya mohon tolong istirahatlah, berhentilah merusak kesehatan anda".

"Bagaimana aku bisa beristirahat sedangkan Bianca masih belum ditemukan".

Richard mengingat kembali pertemuannya dengan Marquess Winchester 2 minggu yang lalu.

Flash back

"Ini yang anda inginkan,semua data orang orang yang memiliki harta tidak wajar dalam beberapa tahun ini, aku akan pergi ke ujung benua timur, mereka bilang disana terdapat  kepulauan yang tidak pernah dibayangkan siapapun, aku ingin mencarikan barang barang yang selalu ditanyakan Bianca".

"Barang apa yang diinginkan gadis cantik itu,aku bisa mencarikannya".

"Rice,coconut,palm sugar hah .. aku bahkan baru mendengar nama aneh itu darinya, beberapa bulan lagi ulang tahunnya yang ke 19 aku akan memberikan barang itu sebagai hadiah".

"Begitukah,baiklah kalau begitu".

"Berjanjilah padaku lindungi Bianca,jangan sampai terjadi hal buruk padanya".

"Tenang ayah mertua,aku akan selalu menjaga calon istriku dengan baik".

"Tutup mulutmu,aku tidak sudi memiliki menantu sepertimu".

Flash back ending.

"Selamat pagi nona".

"Bawa lagi,aku tidak akan makan sampai tuan kalian menemuiku".

Bianca yang sudah putus asa mencoba melarikan diri akhirnya memilih mogok makan, 3 hari ini ia tak menyentuh makanannya.

Pelayan itu keluar dari kamar dalam diam.

"Tuan...".

Evans sudah berdiri didepan pintu kamar Bianca.

"Apa dia menolak makan lagi?".

"Benar tuan,ini sudah hari ke tiga".

"Bagaimana keadaannya?".

"Nona terlihat pucat dan lemah, saya takut beliau akan pingsan karena tubuhnya mulai demam".

"Merepotkan,ikut aku".

Evans memasuki kamar didepannya, dapat ia lihat gadis yang seminggu lalu ia bawa kini terlihat pucat dan kurus.

"Ahhh...tak kusangka seorang lady bisa bertingkah seperti anak kecil". Ejeknya.

"Siapa kau,apa maumu!?". Bianca menatap tajam pada pria didepannya.

"Perkenalkan saya Evans Cornwall,senang dapat bertemu denganmu lady Winchester".

"Cornwall?,kau saudara Putri Mahkota?".

"Benar sekali,dia adikku".

"Lalu apa tujuanmu menyekapku disini?".

"Menyekap?, Aku hanya menangkap orang yang membuat usahaku bangkrut lady".

Evans mengambil kursi lalu duduk didekat ranjang Bianca.

"Kau dan Edgar menghancurkan bisnisku,aku rugi besar jadi saatnya kau membayar bukan?".

Bianca mengerutkan kening, bagaimana bisa bangsawan terhormat sepertinya bisa berbuat begitu menjijikan.

"Kau menjijikan!". Umpat Bianca.

"Wah mulut yang tajam,aku suka".

Evans mencengkram dagu Bianca dengan kencang membuat gadis itu kesakitan.

"Lepaskan brengsek".

"Ck...ck...ck... Aku ingin sekali mencicipimu, sayangnya mereka tak mengijinkannya".

Evans melepaskan tangannya,lalu menepuk nepuk pipi bianca beberapa kali.

"Tetaplah diam sampai kami memutuskan apa yang harus kami lakukan terhadapmu,makanlah makananmu atau kupastikan kakakmu yang berada dimansion mengalami hal buruk".

Evans segera meninggalkan kamar Bianca.

Gadis itu tertunduk lesu, bayangan ayah dan kakaknya muncul begitu pria tadi menyebut tentang mereka.

"Aku tidak boleh menyerah,aku harus bisa kabur dari sini".

Bianca bergegas mengambil nampan disampingnya,lalu perlahan menyuapkan sup hangat kedalam mulutnya,memberikan asupan energi pada tubuhnya.

"Bagaimana?". Tanya Victory.

"Dia masih dalam kendali,bukankah lebih baik kita bunuh saja mereka".

"Tidak kakak,kita harus menyingkirkan keluarga Winchester sedikit demi sedikit, kita mulai dari Marquess, dia sedang berlayar kirim perompak untuk menyerangnya,aku ingin lihat betapa syoknya Putra Mahkota yang kehilangan pilarnya".

"Baiklah ratu saya akan segera melaksanakan tugas".

"Kakak ingat baik baik lady Winchester akan sangat berguna bagi kita jadi jangan sampai dia kabur".

"Apa rencana anda pada lady muda itu?".

"Kau tau kakak,Putra Mahkota kita sepertinya memiliki perasaan pada lady itu,ini kesempatan kita untuk mendapatkan penerus, Richard tidak akan bisa menolak Bianca sama seperti ayahnya, keluarga kerajaan bila sudah jatuh cinta mereka seperti love bird yang selalu menempeli pasangannya".

Pria itu terkejut, wanita itu yang akan memberikan penerus pada kerajaan bukan putrinya yang merupakan Putri Mahkota.

'Tidak masalah yang penting kekuasaan berada ditanganku, setelah seorang bayi lahir dan Putra Mahkota disingkirkan, aku dengan senang hati akan melenyapkanmu adikku tersayang'. Batin nya.

"Apa anda yakin?".

"Tentu saja,aku sudah hidup di istana selama puluhan tahun,dan sudah menjadi rahasia umum hanya wanita spesial dihati mereka yang dapat mengandung".

"Hmm.... Kalau begitu saya akan segera mengirim pasukan perompak untuk membereskan Marquess, saya undur diri Yang Mulia Ratu".

Victor kakak dari ratu melangkah pergi meninggalkan saudarinya dengan tersenyum penuh misteri.

Aku ingin bahagia✔️ (28/02/2022)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang