Menolong

275 32 0
                                    

Simon,Edgar dan Bianca kini tengah berjalan menyusuri pinggir kota, dulu terakhir kali orang desa melihat seseorang yang mengaku sebagai pemilik tambang.

Sayangnya mereka gagal menangkap orang itu.

Duduk disebuah batu besar mereka bertiga mengawasi keadaan sekitar.

Tempat ini seperti jalan menuju pedesaan yang sepi.

Lebih dari 2 jam mereka menunggu tapi tidak ada yang lewat.

"Sebaiknya kita kembali hari sudah mulai gelap dan udara juga semakin dingin".

Tuk..tuk...

Dari kejauhan terlihat sebuah kereta kuda berukuran besar mendekat.

Didepannya ada dua orang berkuda  sepertinya sedang mengawal kereta dibelakangnya.

Seorang berperawakan gemuk dengan luka dipipinya dan satunya lagi kurus berjenggot panjang.

Simon bersembunyi dibelakang tubuh Bianca, tangannya meremas gaun gadis itu.

"Ada apa?". Tanya Bianca.

"Itu mereka". Bisik Simon.

Tubuh Bianca menegang, Edgar menyadari situasi yang terjadi ia mengangguk mengerti.

"Aku akan mengikuti mereka dari jauh, kalian kembalilah kedesa". Bisik Edgar pada Bianca.

"Hati hati". Bianca menggenggam erat tangan pria didepannya.

" Tentu saja,aku akan segera kembali".

Setelah rombongan itu cukup jauh melewati mereka Egdar masuk kedalam semak mengambil seekor kuda yang mereka sembunyikan.

Melihat kepergian Edgar Bianca segera bergegas mengambil satu kuda yang tersisa lalu menaikinya membawa Simon pulang kedesa.

Jarak antara pinggir kota dan desa cukup jauh,hari semakin gelap dan salju mulai turun.

Bianca merasa gelisah tidak mungkin ia menyusul Edgar,mungkin dia hanya akan menyusahkan pria itu.

Bianca memutuskan kembali ke mansion mencari bantuan.

"Tuan Alex, kami menemukan penjahatnya".

Bianca turun dari kudanya berlari menuju Alex yang tengah berjaga dipintu utama.

Nafas Bianca tersengal karena terlalu terburu buru.

"Ada apa nona?". Alex bergegas menyambut Bianca yang seperti dikejar hantu.

"Kami..menemukan dalang dibalik penculikan anak anak desa".

"Penculik?".

"Benar,sekarang Edgar tengah mengikuti mereka, ayo kita menyusul mereka bawa beberapa pengawal mansion". Perintah Bianca.

"Tunggu nona jangan terburu buru lebih baik kita tunggu Duke kembali, beliau tidak akan menyerang tanpa persiapan".

"Tapi bagaimana jika dia tertangkap!". Bianca kalut.

"Percayalah nona, Duke sudah berada dimedan perang lebih dari 10th dia tidak akan kenapa kenapa". Alex mencoba meyakinkan Bianca.

"Kalau begitu apa yang harus kita lakukan,tidak mungkin kita hanya diam disaat seperti ini?".

"Apa anda ingat jalan menuju tempat terakhir kalian berpisah?".

"Yah aku ingat itu didaerah pinggir kota".

"Kalau begitu kita kesana".

Bianca dan Alex kembali ketempat tadi, tapi tidak dengan kuda melainkan dengan kereta kuda mewah dilengkapi 4 pengawal mansion yang mengiringi.

Aku ingin bahagia✔️ (28/02/2022)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang