dua belas

3.7K 425 80
                                        

Beberapa hari yang lalu...

Minho terlihat berjalan ke arah Giselle yang baru saja keluar dari toilet.

"Giselle." Panggil Minho.

Giselle menengok, mendapati Minho yang berjalan ke arahnya, Giselle langsung merapikan penampilannya.

"Iya, ada apa?" Giselle tersenyum ke arah Minho.

Minho ikut tersenyum. Namun lain halnya dengan hatinya yang terus mengumpati wanita di depannya ini.

"Besok malem lo ada acara nggak?" Nada bicara Minho di buat selembut mungkin.

Giselle menggeleng. "Kenapa emangnya?"

"Gue mau ngajak lo dinner."

"Tapi, Jisung?" Giselle pura-pura menolak.

Minho memejamkan matanya sebentar. Dia harus terlihat manis di depan wanita sialan ini.

Jika bukan karena terpaksa, dia tidak akan mau melakukan hal menjijikan seperti ini.

Minho memperlihatkan senyum manisnya pada Giselle. "Gue udah putus sama dia. Kayaknya dulu gue salah karna lebih milih dia daripada lo."

Dalam hati Minho benar-benar merutuki ucapannya.

"Gimana? Lo mau?" Minho bertanya sekali lagi.

Giselle mengangguk malu-malu. "Iya, gue mau."

"Kalo gitu besok jam 7 malem di Restoran Lavenia."

"Oke."

Minho mengusap rambut Giselle lalu pergi meninggalkan wanita itu.

Dirasa sudah cukup jauh dari jangkauan Giselle, Minho segera berlari menuju ke toilet pria.

"Anjing. Kalo bukan demi Jiji, gak bakal sudi gue ngikutin idenya si dower itu." Minho berulang kali membasuh tangannya sambil terus mengumpat.

Tidak susah bagi Minho untuk merayu wanita seperti Giselle. Dia tau jika Giselle sangat menyukainya dan Minho bisa memanfaatkan hal tersebut dengan baik.

Minho menatap pantulan dirinya di cermin. Dia tersenyum miring.

Berkat bantuan Hyunjin, Minho bisa mengetahui dalang di balik semua ini dengan cepat. Orang-orang suruhan Giselle sudah Minho musnahkan lebih dulu. Dan sekarang hanya tinggal satu lagi.

"Lo salah karna udah berani ngusik Jisung." Minho bermonolog.

Sebenarnya Minho ingin langsung menghabisi wanita itu, tapi Hyunjin melarangnya. Hyunjin bilang dia harus meninggalkan sedikit kesan manis sebelum wanita itu menemui ajalnya.

Awalnya Minho menolak. Tapi Hyunjin terus saja mendesaknya. Kata Hyunjin permainan akan lebih menyenangkan jika ada drama di dalamnya.

Entahlah. Minho sendiri tidak paham dengan jalan pikiran Hyunjin yang menurutnya sangat aneh.

Tapi kalau tidak aneh, itu bukan Hyunjin namanya.

***

Malam ini, Minho terlihat sangat tampan dengan balutan kemeja hitam yang di padukan dengan jas berwarna putih yang terlihat sangat cocok di tubuhnya.

Malam ini, Minho terlihat sangat tampan dengan balutan kemeja hitam yang di padukan dengan jas berwarna putih yang terlihat sangat cocok di tubuhnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hello SweetyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang