Jisung melihat sebuah kotak yang tergetelak di depan pintu apartemennya. Ia mendekati kotak itu dan menoleh kesana kemari, mungkin saja itu milik orang lain yang tak sengaja terjatuh di depan apartemennya. Karena seingat Jisung, dia sedang tidak memesan barang apapun.
"Punya siapa nih?"
Jisung mengambilnya lalu membolak-balikkan kotak tersebut. Di sana tidak tertera siapa nama pengirimnya, hanya ada sebuah note kecil yang memberitahukan jika benda itu memang untuknya.
"Perasaan gue nggak pesen apa-apa deh."
Jisung mengedikan bahunya acuh dan membawa kotak tersebut masuk kedalam apartemennya. Ia meletakannya di meja makan lalu meninggalkannya. Jisung akan membukanya nanti saja.
Ngomong-ngomong soal Minho, dia tadi hanya mengantarkan Jisung sampai di parkiran saja. Setelah itu dia pergi lagi dan berkata akan pulang malam nanti. Jisung sendiri tidak masalah, toh Minho sudah besar dan Jisung juga tidak ingin membatasi aktifitas kekasihnya itu.
Setelah selesai membersihkan diri dan juga memasak untuk makan malam, Jisung kembali pada kotak yang ia letakkan tadi. Jisung penasaran apa yang ada didalam kotak tersebut.
Jisung menarik pita yang yang mengikat kotak itu dan membukanya perlahan. Ia mengeryitkan dahinya saat mendapati sebuah amplop berwarna putih didalam kotak tersebut.
"Kotaknya segede gaban tapi isinya cuma amplop sebiji."
"Apa jangan-jangan ini tiket liburan ke paris ya? Atau nggak cek 1 Milyar?"
"Tapi siapa yang ngasih?"
"Masa iya Minho? Ah, kayaknya ga mungkin deh. Dia kan pelit."
Jisung masih menerka-nerka isi amplop tersebut. Karena sudah sangat penasaran, dia pun segera mengambil amplop itu dan membukanya.
*****
"Giliran gue anjir!"
"Lo kan udah tadi berarti sekarang giliran gue."
"Lo udah lima kali heh. Gue baru sekali. Minggir nggak lo!"
"Ogah. Lo aja sono."
"Mas-mas jangan berisik." Seorang pengunjung lain menegur dua remaja yang sedang berdebat di depan mesin capit boneka.
"Ehehe.. iya bu. Maaf." Mereka berdua saling menyenggol dengan mulut yang masih komat-kamit menyumpah serapahi satu sama lain.
"Gara-gara lo nih Hyunjing sialan."
"Ini kan ide lo tolol. Kok malah nyalahin gue." Hyunjin mendengus kesal.
"Beli ajalah udah. Capek gue daritadi nggak dapet-dapet"
"Dari tadi kek. Emang dasar ribet ya lo."
Minho dan Hyunjin saat ini sedang berada disalah satu pusat perbelanjaan disana. Mereka berencana akan membelikan hadiah untuk pacar mereka.
Minho tadi memberi ide untuk mencoba permainan mesin capit boneka, tujuannya supaya dia bisa menyombongkan hasilnya pada Jisung nanti dan berkata bahwa dia sudah berusaha keras untuk mendapatkan hadiah itu untuknya.
Sayangnya, sudah hampir satu jam mereka berusaha namun tidak satu boneka pun yang berhasil mereka dapat. Alhasil dua orang itu menyerah dan memilih membelinya di toko saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hello Sweety
Ficțiune adolescenți"Jangan nangis." -Hj- "Selama ada gue, ga akan ada satu orang pun yang boleh nyakitin lo." "Tanpa seizin gue." -Cb- ⚠️HOMOPHOBIC DILARANG MENDEKAT⚠️ • NC🔞 • BxB Start : 12/1/22 End : 3/4/22 #1 in hyunlix 15/2/22 #2 in changlix 26/3/22 #1 in seungm...
