Changbin memandang ke segala arah sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.
"Changbin! Kamu dengerin Mommy ngomong nggak sih?!"
Teriakan melengking orang di seberang panggilan video itu membuat Changbin sontak menjauhkan ponsel tersebut dari wajahnya.
"Iya. Denger, Mom." Jawabnya malas.
Changbin langsung menatap sinis Hyunjin yang sedang duduk di ranjang rumah sakit dengan Felix di sampingnya.
Pria itu tertawa terbahak-bahak saat melihat Changbin yang sedang dimarahi oleh ibunya. Yang di tertawai hanya bisa menatap jengah ke arahnya sambil terus menggerutu.
Tadi Changbin menelpon ibunya untuk memberitahukan jika Hyunjin terkena tembakan. Ibunya yang mendengar itu tentu saja khawatir dan langsung menceramahi Changbin yang sebenarnya tidak tahu apa-apa.
Sudah Changbin bilang kan jika Hyunjin itu anak mami. Jadi saat terjadi sesuatu pada pemuda itu, Changbin lah yang akan kena omel ibunya. Baik itu salahnya ataupun bukan, ibunya akan tetap menceramahinya.
Kadang Changbin sampai ragu dia ini anak kandung ibunya atau bukan.
Nyonya Seo sebenarnya tidak pernah pilih kasih, dia melakukan itu semata-mata karena ingin putranya menjadi pria yang bertanggung jawab. Dulu Changbin sendiri yang menginginkan Hyunjin agar ikut bersamanya, jadi dia juga harus ikut bertanggung jawab untuk mengurus pemuda itu.
Alasan lainnya adalah karena usia Changbin yang lebih tua dari Hyunjin. Jadi Nyonya Seo ingin Changbin melakukan tugasnya sebagai Kakak dengan baik.
Salah satunya yaitu dengan melindungi Hyunjin.
"Udah dulu ya, Mom. Changbin laper, mau makan. See you."
"Mommy bel-"
Tut.. tut.. tut..
Changbin mematikan panggilan sepihak untuk menghindari omelan ibunya yang tidak berhenti sejak tadi.
"Puas lo?" Ucap Changbin yang menahan kesal setengah mati saat melihat Hyunjin yang masih menertawainya. Padahal ini bukan salah Changbin tapi malah dia yang terkena imbasnya.
Pemuda Hwang itu memang benar-benar merepotkan. bahkan saat kondisi seperti ini pun dia masih sempat-sempatnya menguras kesabaran Changbin.
Perlu diingat, padahal Hyunjin baru saja sadar setelah operasi pengangkatan peluru dari dalam tubuhnya. Tapi dia terlihat sangat santai. Hyunjin bahkan langsung duduk dan menyenderkan kepalanya di bahu sempit Felix yang berada di sebelahnya.
Hyunjin sama sekali tidak mengeluh sakit atau semacamnya dan malah asik mengupil sambil terus mengejek Changbin yang habis dimarahi oleh ibunya.
"Harusnya tadi gue biarin lo mati aja."
"Cuma luka kayak gini nggak bakal bikin gue mati." Ucap Hyunjin kelewat santai.
Cuma katanya? Cih, Sombong sekali.
Changbin mendengus. Jika tidak ada Felix di sini, bisa dipastikan Hyunjin akan mendapatkan beberapa bogeman dari tangan Berototnya.
"Fel, sini." Changbin memanggil Felix yang terus saja diam sejak tadi.
"A-aduh.. Sakit banget yang. Elusin kepala aku dong." Hyunjin memeluk Felix sambil mengeluh sakit.
"Mati aja lo!"
Changbin benar-benar kesal. Dia tau jika Hyunjin hanya berpura-pura agar Felix tidak pergi darinya. Pemuda itu sangat pintar berakting. Saking pintarnya Changbin sampai ingin membuangnya ke luar angkasa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hello Sweety
Ficțiune adolescenți"Jangan nangis." -Hj- "Selama ada gue, ga akan ada satu orang pun yang boleh nyakitin lo." "Tanpa seizin gue." -Cb- ⚠️HOMOPHOBIC DILARANG MENDEKAT⚠️ • NC🔞 • BxB Start : 12/1/22 End : 3/4/22 #1 in hyunlix 15/2/22 #2 in changlix 26/3/22 #1 in seungm...
