Di dalam sebuah Apartemen mewah itu terdapat sepasang kekasih yang terlihat asik menonton sebuah Film sambil memakan camilan.
Sebenarnya hanya sang submissive saja yang fokus pada film tersebut, sedangkan si dominan justru fokus pada leher jenjang yang berada tepat di depannya itu.
"Sshh.. diem dulu napa sih, filmnya lagi seru nih."
Jisung yang duduk dipangkuan Minho melayangkan protes lantaran Minho sejak tadi terus saja mengganggunya. Mulai dari meraba perutnya, mencium tengkuknya hingga menjilat sensual area lehernya.
Yang di protes tidak mau mendengarkan. Minho justru semakin gencar menyesapi leher Jisung hingga membuat si empu bertambah kesal.
"Minho kampret. Diem dulu ya, filmnya tuh udah mau- EH TUNGGU?!" Jisung baru menyadari jika ada sesuatu yang mengganjal di bawah sana. Ia langsung menoleh ke belakang untuk melihat wajah Minho. "Lo turn on?"
"Salah lo dari tadi gerak-gerak mulu diatas gue. Gimana gue ngga sange." Ucap Minho.
Memang benar, Jisung yang duduk dipangkuannya tidak berhenti bergerak sejak tadi. Tentu saja gerakan itu mengganggu ketentraman Minho junior yang sedang tertidur pulas.
"Emang dasar lo aja yang engasan. Dikit-dikit ngaceng."
"Ya itu kan gara-gara lo juga. Tanggung jawab cepet."
"Dih, ogah banget. Main solo aja sono." Jisung hendak turun dari pangkuan Minho namun langsung ditahan oleh tangan kekar milik pria itu.
"Kan ada lo, ngapain gue harus solo." Minho menarik tubuh Jisung hingga menempel di dadanya. "Sayang banget kalo sampe calon anak-anak gue harus kebuang sia-sia."
"Gue masih capek ya, Setan! Semalem lo gempur gue nyampe jam tiga pagi kalo lo lupa. Itu pun kalo gue ngga maksa udahan lo juga nggak bakalan mau berhenti." Protes Jisung.
Jisung memicingkan matanya menatap Minho "Terus sekarang lo ngajak gue main lagi gitu?"
Minho mengangguk dengan wajah tak berdosanya.
Jisung sontak saja memukul pelan kepala Minho. "Gue nggak mau. Hari ini gue mau istirahat dulu pokoknya."
"Ayolah, sekali aja."
"Nggak."
"Janji bakal pelan-pelan deh."
"Nggak mau ya nggak mau."
"Jiji.." Minho menggeram rendah dengan kedua tangan yang melingkar erat di pinggang Jisung serta kepalanya yang ia tenggelamkan pada ceruk leher submissivenya itu.
Jisung diam sejenak, sebenarnya dia kasihan melihat Minho yang seperti kesakitan karena menahan hasratnya. Tapi satu kali yang Minho bilang tadi adalah kebohongan besar. Jisung sudah hafal dengan kelakuan pria itu.
Jisung masih diam ketika Minho mulai menggigit-gigit kecil lehernya.
"Ayoo.."
Mendengar Minho merengek seperti anak kecil membuat Jisung jadi bingung. Badannya masih terasa sedikit pegal setelah melakukan sex semalaman tapi dia juga tidak tega melihat Minho yang sekarang.
Semenjak Minho lulus SMA, keduanya memang memutuskan untuk tinggal bersama sampai saat ini dimana keduanya sudah sama-sama bekerja.
Keduanya sudah bertunangan beberapa bulan yang lalu dan rencananya akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat ini.
"Ahh!!"
Jisung tersentak kaget saat tangan Minho yang tiba-tiba sudah berada dibalik celana dalamnya dan meremas lembut miliknya yang masih tertidur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hello Sweety
Jugendliteratur"Jangan nangis." -Hj- "Selama ada gue, ga akan ada satu orang pun yang boleh nyakitin lo." "Tanpa seizin gue." -Cb- ⚠️HOMOPHOBIC DILARANG MENDEKAT⚠️ • NC🔞 • BxB Start : 12/1/22 End : 3/4/22 #1 in hyunlix 15/2/22 #2 in changlix 26/3/22 #1 in seungm...
