[+] Little Hwang

3.2K 226 18
                                        

Karena banyak yang bingung sama silsilah keluarga Hyunjin, baca ini ya..

Mungkin bakal aku jadiin 2 part biar nggak kepanjangan hehe..






























"Tante siapa?"

Hyunjin kecil yang baru saja pulang bermain terlihat kebingungan saat melihat ada wanita asing yang duduk di sofa ruang tamunya dengan anak yang sedikit lebih kecil darinya sedang tertidur dipangkuannya.

Wanita itu tidak menjawab dan malah menatapnya sinis. Hyunjin nampak semakin bingung namun ia tak mau ambil pusing. Bocah kecil itu pun memilih naik ke atas untuk mencari keberadaan Ibunya.

"Bunda, Hyunjin pulang."

Hyunjin celingukan saat ibunya tak menjawab panggilannya.

Ctas!

Akh!!

Suara samar itu langsung menarik perhatian Hyunjin. Ia berlari ke arah kamar ibunya dan segera membuka pintunya.

"BUNDAAA!!"

Hyunjin kecil berlari ke arah ibunya yang bersimpuh di lantai dan langsung memeluknya.

"Hiks.. Bundaaa..."

Mata yang tadinya berbinar ceria kini berubah menjadi memerah karena menangis. Air mata anak berusia 9 tahun itu tidak terbendung lagi saat mendapati ibunya yang sedang di siksa oleh ayahnya.

"Hyunjin sayang, kamu masuk ke kamar kamu dulu ya, nanti Bunda nyusul."

Suara lembut nan gemetar itu membuat tangisan Hyunjin semakin pecah. Hyunjin menggelengkan kepalanya kuat dan membantu ibunya untuk bangun.

"Hiks.. nggak mau.. A-yo kita pergi dari sini aja. Hiks.. Hyunjin nggak mau liat Bunda disiksa Ayah lagi."

Ini bukanlah kali pertama Hyunjin menyaksikan Ayahnya yang sedang menyiksa ibunya.

Pernikahan tanpa cinta yang orangtuanya lakukan nyatanya bisa berakibat se-fatal ini. Bahkan setelah lahirnya Hyunjin pun itu tetap tidak mengubah apapun. Tuan Hwang masih saja bersikap kasar pada istrinya. Bahkan tak jarang pula Hyunjin juga ikut menjadi korban kemarahan Ayahnya.

"Cih, dasar bocah ingusan! Bisanya mengganggu saja!!"

Akh!

Hyunjin terpental hingga membentur dinding saat Ayahnya dengan teganya menendang tubuh kecilnya.

"CUKUP!!" Nyonya Hwang berteriak sangat keras.

"KAMU BOLEH SIKSA AKU SEPUASNYA, TAPI JANGAN SAKITI ANAKKU!! DIA NGGAK SALAH APA-APA!!"

"Bundaa.. sakit.."

"Sayang, maafin Bunda."

Nyonya Hwang menghampiri dan memeluk putra semata wayangnya itu erat-erat. Air matanya ikut jatuh saat melihat putranya yang menangis sesenggukan.

Nyonya Hwang menatap tajam pada suaminya. "Kamu udah bener-bener keterlaluan. Aku bakal urus perceraikan kita secepatnya. Urus saja wanita jalangmu itu dan jangan pernah ganggu aku dan anakku lagi."

"Bagus deh. Harusnya dari dulu kamu bilang kayak gini." Tuan Hwang meludah ke arah Nyonya Hwang dan langsung meninggalkan istri dan anaknya tanpa rasa bersalah sedikitpun.

"Hiks.. B-bundaa.."

"Iya sayang, Bunda ada disini. Maafin Bunda, maaf."

Dengan langkah yang tertatih, Nyonya Hwang menggendong putranya yang menangis.

Hello SweetyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang