sebelas

3.4K 418 30
                                        

"Minho." Hyunjin berujar santai.

Felix yang tadinya mengantuk kini kembali segar. Antara percaya dan tidak percaya, dia masih berusaha berfikir normal.

Bagaimana bisa Minho yang melakukan itu?

Felix beralih menatap Changbin. Melihat respon Changbin yang sama sekali tidak membantah apa yang baru saja Hyunjin ucapkan membuat Felix semakin bingung.

"Kalian berdua nggak lagi bercanda kan?"

Hyunjin menggeleng. "Kamu tau, nggak semua kenyataan itu kasat mata. Kamu pasti nggak bakal ngira kalo Minho pelakunya kan?"

Tentu saja. Felix masih tidak percaya jika Minho yang melakukannya.

"Tapi kenapa?" Kepala Felix rasanya mau pecah. Dia sama sekali tidak paham.

"Giselle udah buat kesalahan yang bener-bener fatal."

"Dia nyewa pembunuh bayaran buat ngabisin nyawanya Jisung. Dan itu semua karna obsesinya dia ke Minho." Lanjut Hyunjin.

Flashback

Hyunjin berjalan santai di sepanjang koridor yang masih sepi. Ini masih sangat pagi, entah kenapa Hyunjin bisa berangkat sepagi ini.

Dia menatap sekeliling, mata tajamnya menangkap siluet seseorang yang tidak dia kenal. Ini kawasan sekolah, dan Hyunjin mengenal semua murid yang ada di sini. Lalu siapa dia?

Hyunjin memperhatikan gerak-geriknya yang terlihat mencurigakan. Orang asing itu mengarahkan sebuah senjata api kepada seseorang. Hyunjin mengikuti arah pandang orang tersebut.

Itu Jisung.

Orang itu mengincar Jisung.

Hyunjin yang kebetulan berada di koridor yang sama dengan Jisung segera menghampiri sahabat pacarnya itu.

"Huh."

"ANJWING!!"

Hyunjin tertawa ngakak melihat Jisung yang melompat karena terkejut.

Jisung menatap  sinis ke arahnya. "Lo ngintilin gue?"

"Dih, siapa juga yang ngintilin lo. Kurang kerjaan banget."

"Nah tadi?"

"Lah emang salah kalo gue lewat sini?" Hyunjin balik bertanya.

"Terserah lo deh."

Jisung berjalan lebih dulu. Sedangkan Hyunjin melirik ke tempat orang asing tadi berada.

Hyunjin bisa melihat orang itu yang menggeram marah karena Hyunjin menggagalkan rencananya.

"Bentar-bentar, Lo nggak lagi kerasukan kan?"

Hyunjin hampir saja menabrak Jisung yang berhenti secara tiba-tiba.

"Gue?" Hyunjin menunjuk dirinya sendiri. "Ya enggaklah."

"Kok tumben lo berangkat pagi? Biasanya sekolah udah mau tutup lo baru dateng."

"Kalo ngomong nggak usah bener gitu." Hyunjin tertawa pelan. "Tapi Gatau juga sih tiba-tiba pengen berangkat pagi aja." Hyunjin berkata sambil sesekali melirik ke tempat tadi.

"Felix mana?" Jisung mengganti pertanyaannya.

"Masih dirumah. Berangkat bareng Changbin dia." Jawab Hyunjin.

Jisung hanya ber'oh' ria.

Hyunjin melihat orang asing itu yang berjalan keluar area sekolah. Setelah memastikan orang itu benar-benar pergi, Hyunjin menepuk pundak Jisung pelan. "Gue duluan yak."

Hello SweetyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang