"Minho setan!"
Hyunjin mengumpat kesal saat melihat pemandangan di depannya.
Karina dan Sunoo.
Yeonjun? Sudah tewas mengenaskan dengan kepala yang terpisah dari tubuhnya. Badannya masih utuh dengan perut terbelah dan organ dalam yang sudah berpindah dari tempat asalnya.
Siapa lagi pelakunya jika bukan Devil Bunny gila itu. Lihat saja, kali ini Hyunjin akan meminta ganti rugi padanya. Lagi-lagi pria itu mengambil bagiannya. Enak saja, Minho bahkan tidak ikut membawa mereka kesini tapi dia malah sudah mengabil dua bagian miliknya.
Brakk!!
"Siapa yang ngebolehin lo tidur?!"
Hyunjin menendang kursi yang di duduki oleh Sunoo hingga tergeser beberapa senti.
Teriakan Hyunjin membuat dua orang yang tersisa tersentak kaget.
Hyunjin tergelak saat melihat ekspresi ketakutan dua orang itu.
Sudah lebih dari seminggu Hyunjin tidak berkunjung ke sini, dia melihat Karina dan Sunoo yang terlihat lebih kurus dari sebelumnya. Anehnya, mereka tidak juga mati padahal selama berada disini dua orang itu sama sekali tidak diberi makan ataupun minum oleh Hyunjin.
Mereka berdua terlihat sangat mengenaskan dengan kantung mata hitam, bibir pucat dan pecah-pecah, kulit yang kusam, dan lainnya.
Jika kalian berpikir ruangan itu akan berbau busuk, maka itu salah. Mayat tiga orang sebelumnya sudah di bereskan oleh orang suruhan Hyunjin sebelum benar-benar membusuk di dalam tempat ini. Hanya tinggal mayat Yeonjun yang terlihat masih baru yang ada di ruangan itu. Sepertinya baru kemarin Minho menghabisi manusia itu.
Hyunjin sedikit menunduk untuk melihat wajah Sunoo dari dekat. "Mau mati sekarang?"
Sunoo menggeleng lemah. Dia tidak berani menatap kearah Hyunjin yang terlihat menyeramkan dengan seringaian yang menghiasi wajah tampannya.
Hyunjin mengangkat dagu Sunoo. Tanpa aba-aba, Hyunjin langsung melumat bibir pucat pemuda itu. Ia mengulum bibir atas dan bawah Sunoo secara bergantian. Menyesapnya perlahan sambil sesekali menggigit kecil untuk menambah sensasi ciuman mereka.
Sunoo sama sekali tidak menolak ataupun memberontak karena Hyunjin tau jika submissive itu menyukainya.
Lagipula siapa juga yang akan menolak saat dicium oleh pria tampan. Apalagi jika pria tampan itu adalah Hyunjin.
Setelah puas mencium Sunoo, Hyunjin mengusap bibirnya yang basah sambil menatap Sunoo yang sedang meraup oksigen rakus.
Hyunjin mengeluarkan smirknya. "Lo suka sama gue kan? Anggep aja itu hadiah terakhir dari gue. Biar lo nggak ngehantuin gue pas udah mati nanti." Ia tertawa jenaka diakhir kalimatnya.
Hyunjin memang mempunyai kebiasaan aneh sebelum membunuh korbannya, yaitu menciumnya. Terkadang Hyunjin juga akan menggodanya terlebih dahulu sebelum kemudian merenggut nyawanya. Tidak semua, ia memiliki kriteria tersendiri saat memilih para korban yang beruntung untuk mendapatkan ciuman terakhir darinya.
Changbin saja sampai heran. Dia pernah bertanya pada Hyunjin tentang kebiasaan anehnya itu dan jawaban Hyunjin adalah; 'Iseng aja sih. Soalnya lucu pas liat muka mereka yang keliatan seneng padahal bentar lagi mati.'
Sangat konyol.
Hyunjin pergi sebentar lalu kembali dengan membawa sebuah kotak ditangannya. Ia membuka kotak tersebut dan mengambil sesuatu dari sana.
"Muka lo gemes banget. Tapi masih gemesan pacar gue sih." Hyunjin mencubit pipi Sunoo pelan lalu terkekeh.
"Lo mau tau nggak apa yang udah Kakak lo perbuat?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Hello Sweety
Jugendliteratur"Jangan nangis." -Hj- "Selama ada gue, ga akan ada satu orang pun yang boleh nyakitin lo." "Tanpa seizin gue." -Cb- ⚠️HOMOPHOBIC DILARANG MENDEKAT⚠️ • NC🔞 • BxB Start : 12/1/22 End : 3/4/22 #1 in hyunlix 15/2/22 #2 in changlix 26/3/22 #1 in seungm...
