empat puluh tujuh

2.3K 363 56
                                        

Hyunjin memagut bibir Felix yang sedang melamun dengan lembut kemudian mendekap tubuh mungil itu erat-erat.

Sejak kejadian di restoran tadi Felix terus saja diam dan seperti orang bingung. Sorot mata Felix terlihat takut dan juga khawatir itu membuat Hyunjin tidak tenang.

"Duduk sini dulu ya." Hyunjin membawa Felix duduk di kursi yang tersedia disana.

Tak berselang lama, Jisung dan Minho datang menghampiri keduanya.

"Gimana keadaan kak Chan?" Tanya Jisung.

"Nggak tau." Hyunjin menjawab singkat.

Jika bukan karena Felix yang meminta, Hyunjin tidak akan mau repot-repot membawa Chan ke rumah sakit dan lebih memilih membiarkan pria itu mati kehabisan darah.

"Bocah tadi lo apain?" Hyunjin bertanya pada Minho yang sedang memeluk Jisung dari belakang.

"Cuma gue lempar pake batu kecil doang sih."

"Kenapa nggak lo bunuh aja sekalian?"

"Iya juga ya." Minho terlihat berpikir. "Tadi gue kok nggak kepikiran sampe situ ya?"

"Bego." Maki Hyunjin.

"Besok deh gue lanjutin." Minho membalikkan tubuh Jisung dan hendak menciumnya, namun ia justru mendapat tinjuan maut dari kekasihnya itu.

Sekarang ini mereka berempat sedang berada di depan ruang UGD. Di dalam ruangan itu ada Chan yang sedang ditangani oleh para dokter ahli untuk mendapatkan penanganan terbaik.

"Aku mau telpon Changbin dulu ya." Hyunjin pergi sebentar untuk menelpon Changbin dan  meninggalkan Felix dengan Jisung dan juga Minho.

Sebenarnya Hyunjin sama sekali tidak peduli kalaupun Chan harus mati sekarang. Meskipun dia melakukan tindakan nekat itu dengan embel-embel untuk melindungi Felix ataupun untuk menebus kesalahan yang dibuatnya, dia tidak peduli.

Hyunjin bukannya tidak mau bersimpati, tapi dia memang tidak memiliki rasa empati ke orang yang menurutnya tidak penting.

"Halo." Hyunjin mulai berbicara saat orang di seberang sana sudah mengangkat panggilannya.

"Apa?"

"Lo ngirim video itu ke Chan?"

"Iya."

"Yang mana yang lo kirim?"

"Semua."

"Lo ngelarang gue buat ngirim itu, tapi malah lo sendiri yang ngelakuin."

"Gue tau kalo lo bakal tetep dateng ke acara itu meskipun udah gue larang."

"Felix yang minta. Gue nggak bisa nolak."

"Sesekali lo harus bisa nolak apa yang Felix mau. Ini juga demi kebaikan dia."

"Gue nggak yakin bisa lakuin itu. Sekarang kita semua lagi di rumah sakit."

"Hmm. Setelah ini Felicia nggak akan berani ganggu Felix lagi."

"Apa ini nggak terlalu cepet? Kita kan belum dapetin semuanya."

"Gue udah dapet."

"Serius lo?" Hyunjin terlihat terkejut.

Hyunjin tau jika Felicia terlibat dalam hal ini. Masih ingat kan ketika Hyunjin terkejut saat membaca Email dari Changbin? Isi email itu adalah bukti-bukti keterlibatan Felicia yang ikut serta dalam rencana untuk menghancurkan Felix.

Awalnya Hyunjin sedikit tidak percaya sampai akhirnya dia mengetahui alasannya.

Felicia menyukai Chan.

Hello SweetyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang