"Hyun, udahlah. Ayo anterin ke apartnya Jisung." Felix mencoba mendorong tubuh besar Hyunjin yang menindihnya dan terus menciumnya sejak tadi.
"Udah malem sayang." Hyunjin mengecupi seluruh wajah Felix hingga membuat si empu mendengus kesal.
"Baru jam 6, malem darimananya sih?!" Felix akhirnya menyerah, Hyunjin sama sekali tidak bisa terdorong olehnya.
Hyunjin menghentikan aktivitasnya. Ia sedikit menjauhkan wajahnya agar bisa melihat Felix dengan jelas. Ia menggunakan kedua sikunya sebagai tumpuan agar tubuhnya tidak sepenuhnya menindih Felix "Mau ngapain ke Apartnya Jisung, hm?"
"Pengen main. Lagian udah lama aku nggak kesana"
"Besok aja ya."
"Nggak mau. Maunya sekarang." Felix menutupi wajahnya menggunakan kedua tangannya.
"Emang udah izin sama Changbin?" Pertanyaan Hyunjin tersebut mendapat gelengan kecil dari Felix.
Hyunjin menyingkirkan tangan mungil yang menutupi wajah manis kekasihnya itu. "Tunggu dia pulang dulu ya. Kalo boleh nanti aku anterin, oke."
"Itu dia udah pulang." Felix menunjuk ke arah Changbin yang baru saja tiba.
Hyunjin mengikuti arah pandang Felix, dia segera menyingkir dari atas tubuh kekasihnya itu dan duduk di pinggir ranjang.
Felix segera bangun dan berlari menghampiri Changbin dan langsung memeluknya.
Changbin merangkul pinggang ramping Felix menggunakan satu tangannya dan sedikit menundukkan pandangannya untuk melihat pacar manisnya itu. "Ada apa?"
"Aku boleh ke apartnya Jisung nggak?"
"Mau ngapain?"
"Pengen main. Boleh ya." Felix menunjukkan puppy eyesnya yang membuatnya terlihat sangat menggemaskan.
Changbin menatap Hyunjin yang sedang duduk di ranjang, mengkodenya menggunakan tatapan mata. Hingga akhirnya Changbin mengangguk. "Iya boleh. Tapi jangan naik motor. Pake mobil aja."
"Okey!" Felix bersorak senang. Dia mencium bibir Changbin sekilas dan berlari menghampiri Hyunjin. "Hyunjin, ayo!"
"Iya-iya." Hyunjin hanya pasrah saat Felix menariknya keluar kamar.
Saat melewati Changbin, Hyunjin membisikkan sesuatu pada pria itu. "Sisain buat gue."
"Hmm" Changbin melihat dua orang itu yang turun ke bawah kemudian dia pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.
*****
Changbin melangkahkan kakinya memasuki ruangan bernuansa serba putih, di tengah-tengah ruangan itu, terdapat enam orang yang bergerak gelisah dengan kondisi tangan dan kaki yang terikat menyatu dengan bangku yang didudukinya.
"Changbin?" Salah satu dari mereka menyadari keberadaan Changbin di sana.
"Jadi lo-"
"Iya, gue." Changbin tersenyum miring. "Kaget?"
Mereka semua menatap tak percaya ke arah Changbin.
Changbin menatap satu persatu orang tersebut dan menunjuk satu di antaranya. Ia menarik sebuah tali tambang yang terhubung dengan bangku tersebut hingga orang yang di tunjuknya sampai di hadapannya.
"Siapa nama lo?" Changbin memutar kursi tersebut hingga menghadap kearah lima orang di sebrang sana.
"B-beomgyu." Beomgyu menjawab dengan tergagap.
"Berapa kali lo pukul Felix?"
Beomgyu terdiam. Dia tidak berani menatap kearah Changbin.
"GUE TANYA BERAPA KALI LO PUKUL FELIX?!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Hello Sweety
Teen Fiction"Jangan nangis." -Hj- "Selama ada gue, ga akan ada satu orang pun yang boleh nyakitin lo." "Tanpa seizin gue." -Cb- ⚠️HOMOPHOBIC DILARANG MENDEKAT⚠️ • NC🔞 • BxB Start : 12/1/22 End : 3/4/22 #1 in hyunlix 15/2/22 #2 in changlix 26/3/22 #1 in seungm...
