Happy reading
•
•
Jio dan Hazel akhirnya sampai di sebuah cafe, tadinya mereka akan mencari makan. Tapi sepertinya mereka lebih tertarik kesini. Karena kalau Kennand, Jio dan yang lainnya nongkrong pasti ke cafe ini.
"Kamu mau apa?" Tanya Jio.
Tak ada jawaban yang terlontar dari Hazel.
"Woy! Mau apa?"
Masih tidak ada respon sama sekali, sampai akhirnya Jio menepuk tangannya di depan wajah Hazel agar gadis itu tak melamun lagi.
"Iya? Kenapa kak Jio?"
"Kamu mau apa? Kakak tanya itu tadi"
"Ohh, terserah kak Jio aja, kak Jio pasti tau apa yang Acel suka kan?"
"Mau sama atau beda?"
"Terserah kak Jio aja"
"Yaudah, jangan ngelamun tapi nanti kesambet, jangan mikir yang aneh aneh juga"
"Iya, enggak, emang Acel mikir apa?"
"Yang kata kamu tadi, yang jawab telepon Kennand cewek, cembukor ye kan?"
"Enggak ya, Hazellia itu anti cemburu-cemburu club" pedenya berbangga diri.
"Iyain aja dah, soalnya kakak juga gak pernah liat kamu cemburu"
"Ya kan?, tidak mungkin terjadi"
Hazel sudah ditinggal beberapa menit oleh Jio katanya akan memberikan pesanan juga langsung membayarnya. Jadi cukup memakan waktu.
Hazel sibuk mengutak-atik handphonenya, lebih tepatnya menjawab chat dari Kennand.
Matanya mulai menatap sekitar, terlihat ramai oleh anak muda yang mungkin seusianya.
Ia memilih di luar saja, karena cafe itu menyediakan tempat duduk di bagian luar. Namun pandangan matanya menangkap hal yang janggal.
Kennand. Benar, sudah sangat terlihat dari tubuhnya atau bahkan pahatan wajahnya yang terlihat dari samping, bersama seorang wanita?
Terlihat akrab, bahkan gaya bicara Kennand sama seperti gaya bicaranya dengan Hazel.
•Aku dikantor sayang, lagi ngurusin kerjaan ayah
•Nanti pulangnya kalau gak terlalu sore aku ke rumah ya
•Kerjaanya terlalu banyak jadi gak bisa di skip
"Katanya lagi di kantor?" Gumam Hazel. Karena takut salah orang Hazel tetap menatap orang yang menurutnya Kennand itu, dan memutuskan untuk meneleponnya sambil menunggu Jio kembali.
Sepertinya dugaannya tak salah, itu memang Kennand bahkan benar laki-laki itu terlihat menjawab telepon tepat saat Hazel menelepon.
"Ada apa?"
"Lagi sibuk ya?"
"Kalau sibuk gak terlalu cuma lagi ngurusin kerjaan aja"
KAMU SEDANG MEMBACA
Kennand Perfect Boyfriend
Teen Fiction'𝐬𝐢𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭 𝐬𝐚𝐣𝐚 𝐢𝐧𝐢 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐤𝐢𝐬𝐚𝐡 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐰𝐚𝐥 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐤𝐞𝐩𝐮𝐫𝐚-𝐩𝐮𝐫𝐚𝐚𝐧' Sebuah bukti nyata bahwa tidak ada takdir yang tidak mungkin. Bahkan dari sebuah kebohongan bisa menjadi kisah yang berharap utuh sel...
