Happy reading
•
•
Hari ini tepat 6 bulan lamanya, hubungan Kennand dan Hazel yang masih bisa dibilang belum baik-baik saja.
Walaupun Hazel sudah mulai membuka blokir nomor Kennand dan sudah mulai menjawab pesan pesannya, tapi belum ada interaksi seperti waktu itu, sebelum masalah itu datang.
Sebenarnya ini rencana bunda Athalia, Athalia tak mau Kennand harus putus dengan Hazel jadi Athalia merencanakan sesuatu.
Jadi waktu itu saat Athalia bilang ia tengah berada bersama Hazel, nyatanya itu sedang membujuk Hazel agar mau ikut serta dengan rencananya.
Dimulai dengan Athalia yang bilang, sepulang sekolah kalau Kennand di kantor tidak boleh kemana-mana lagi.
Dan juga Hazel yang katanya disuruh datang ke apartemen Kennand dengan beberapa perintah Athalia yang harus Hazel lakukan.
Intinya Athalia ingin semua rencananya ini berhasil.
Suara bel berbunyi, Athalia segera menghampiri pintu apartemen Kennand dan membukanya. Ternyata Hazel menurut, semua yang diperintahkan Athalia Hazel lakukan.
"Cantiknya, calon menantu bunda, sini sini masuk sayang" Athalia mempersilahkan gadis itu masuk.
Entah kenapa Hazel merasakan rasa canggung, sama seperti saat ia bertemu Athalia untuk pertama kalinya.
"Papanya Ken itu emang nyebelin, ngeyel banget, udah bunda ingetin jangan jadiin Gabriel sekretaris nya Ken, eh gak denger". Athalia mengomel, Hazel hanya tertawa kecil mendengar itu.
"Waktu itu juga Ken udah keliatan gak suka, papanya ini emang gak bisa peka, dasar" lanjut Athalia tetap mengomel.
"Gak apa-apa bunda.."
"Bukan gak apa-apa nya, kan sekarang berabe bunda gak mau kamu sama Ken putus, bunda terlanjur srek sama kamu"
Hazel hanya sedikit bingung, sedari tadi Athalia mengomel sembari mondar-mandir mengelilingi apartemen Kennand, seperti tengah sibuk menyiapkan sesuatu.
"Kalau Ken sama cewek lain, emmhh, bunda gak akan kasih restu, kalaupun Ken maksa bunda bakalan tetep lebih sayang kamu"
Sudut bibir Hazel terangkat hingga seulas senyum terlihat disana. Mungkin jika ibunya masih ada, Hazel akan merasakan ikatan batin yang sama.
"Bunda perlu Hazel bantu" akhirnya Hazel terbangun dari duduknya, berniat membantu Athalia yang masih mondar-mandir sampai sekarang.
"Gak usah sayang," Athalia kembali mendorong pelan tubuh Hazel pelan hingga tubuh mungil itu terduduk. "Duduk aja duduk, bunda udah mau selesai"
"Tapi bunda---"
"Ssttt, udah gak apa-apa kamu duduk aja disini"
Mungkin sekitar 15 menit berlalu, Athalia sudah siap dengan semuanya. Ternyata Athalia akan pergi ke kantor anaknya dengan satu rantang makan malam untuk anak laki-lakinya.
"Bunda, biar Hazel aja yang nyetir" Hazel menahan tangan Athalia yang hendak membuka pintu mobil.
"Kamu bisa nyetir?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Kennand Perfect Boyfriend
Roman pour Adolescents'𝐬𝐢𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭 𝐬𝐚𝐣𝐚 𝐢𝐧𝐢 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐤𝐢𝐬𝐚𝐡 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐰𝐚𝐥 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐤𝐞𝐩𝐮𝐫𝐚-𝐩𝐮𝐫𝐚𝐚𝐧' Sebuah bukti nyata bahwa tidak ada takdir yang tidak mungkin. Bahkan dari sebuah kebohongan bisa menjadi kisah yang berharap utuh sel...
