20

1.1K 146 3
                                        

Renjun melihat ke arah jam yang terpasang di tangannya.

"Dia baru tadi banget perginya?" Haechan melirik Renjun yang tiba tiba duduk disebelahnya.

"Siapa?"

"Jisung." Jawab Renjun dengan cepat.

"Oh," Renjun sedikit kesal saat Haechan hanya membalas pertanyaan dengan oh saja.

"Kok oh doang sih?"

Haechan cengo.

"Lah iya kan, emang gue harusnya jawab apa?" Tanya Haechan yang sambil menengadah karena Renjun beranjak berdiri.

"Jisung dari tadi berangkatnya apa baru tadi?"

"Ck...dari tadi, bentar lagi juga dia balik. Tungguin aja," datar Haechan sambil menulis kembali rumus rumus matematika di buku tulisnya.

"Btw ngapain Lo nyariin tu bocah? Tumben banget biasanya pulang sekolah langsung masuk kamar, gak ajak ngobrol gue atau yang lain dulu." Cerocos Haechan yang membuat Renjun meliriknya.

"Oh jadi gue gak boleh gitu ngomong sama dia? Gue harus langsung masuk ke kamar tanpa ngomong apa apa gitu?" Tanya Renjun agak nyolot.

"Dih Lo kenapa nyolot Mulu sih bawaannya? Gue kan cuma nanya anjir." Haechan juga terbawa sewot.

"Ya abisnya lu nya nyebelin, terserah gue dong mau nyari Jisung atau mau nyari siapa siapa juga. Gue kan cuma nanya, dan Lo tinggal jawab doang gak ribet kan?"

Haechan mendelik.

"Audeh terserah Lo," Renjun yang mendapat respon seperti itu hanya berdecak.

"Kalau Jisung balik, bilang kalo dia ditungguin sama gue di belakang rumah." Jelas Renjun sebelum melenggang pergi meninggalkan Haechan di ruang tamu.

"Kenapa gak Lo sendiri aja yang ngomong?" Pertanyaan Haechan sukses mendapatkan tatapan tajam dari Renjun.

"O—oke nanti gue bilangin." Gugup Haechan, Renjun langsung melanjutkan jalannya lagi ke arah pintu belakang rumah.

Haechan hanya menggaruk tengkuknya, "Sensi amat, padahal gue cuma nanya anjir." Haechan menggerutu kesal sembari mencoba kembali menulis untuk menyelesaikan tugas tugasnya.

"CHAN CHAN CHAN!"

Haechan berdecak saat Jeno mengguncang bahunya kencang, sampai sampai bukunya jadi tercoret sana sini oleh pulpen yang Haechan pegang.

"Apaan banget sih Lo? Liat nih buku gue jadi ke coret!!" Haechan melempar bukunya ke arah Jeno dengan kesal.

Jeno nyengir.

"Lo nempelin ini di lemari gue?" Jeno memberikan sticky note yang sempat ia ambil di pintu lemarinya tadi pada Haechan.

Haechan memperhatikan tulisan tersebut dan membaca kalimat yang ada disana. Lalu Haechan kembali menatap Jeno.

"Ini bukan tulisan gue," Haechan mengembalikan sticky note itu pada Jeno.

"Terus kalo bukan Lo yang nulis, terus yang nulis ini siapa?"

"Ayah kali—" Jawab Haechan asal.

"Ayah nulis begini buat apaan anjir, kalo beneran nulis kayak begini freak banget kesannya anjir."

Haechan tertawa kecil.

"Iya juga sih,"

Criettt

"Ayah, Mark pulang!!"

Suara Mark sontak membuat Haechan dan Jeno langsung melihat ke arah Mark yang masuk ke dalam rumah dan masih mengenakan seragam sekolah.

"Bang!! Bang!!"

"Apa?" Tanya Mark sambil membuka tali sepatunya.

"Ini tulisan Lo bukan?" Mark meraih sticky note yang ada di tangan Jeno.

Mark membaca tulisan itu, lalu tertawa.

"Ini bukan tulisan gue, yakali gue nulis begitu. Freak banget kalo gue nulis kayak gitu." Mark memberikan sticky note itu pada Jeno lagi.

"Jisung masih belom balik?"

Ketiganya menoleh kebelakang dan mendapatkan Renjun yang sudah mengganti pakaian seragam sekolahnya menjadi baju santai dengan celana selutut.

"Emang Jisung kemana?" Tanya Mark.

"Supermarket, belom balik?" Tanya Renjun balik.

"Belom,"

"Jun Jun!" Jeno berlari kecil ke arah Renjun.

"Ini tulisan Lo bukan?" Lanjut Jeno sembari memperlihatkan tulisan di sticky note tadi.

"Ini bukan tulisa—"


Criet...


"Nah tuh si Jisung sama Chenle dah balik." Perhatian Renjun langsung beralih pada Jisung dan Chenle yang membawa kantung belanja.

"Apaan nih?" Chenle langsung merebut sticky note yang Jeno pegang.

"Tulisan Lo bukan?" Chenle menggeleng.

"Cung ini tulisan Lo bukan?" Chenle menunjukan tulisan itu pada Jisung.

Jisung membenarkan posisi kacamatanya, lalu membaca tulisan tersebut.

"Lah? Ini kan tulisannya bang Nana?"

Semuanya langsung menatap Jisung. Pasalnya mereka kan sudah pindah ke rumah milik Johnny dan itu tanpa sepengetahuan Jaemin.

"Bercanda Lo Cung? Jaemin kan gak ada dirumah." Sahut Renjun mendahului yang lain.


"Lah siapa yang bercanda sih? Kata siapa juga bang Nana ilang? Orang bang Nana sering tidur sama Icung juga."


























Hayolo Nana nulis apa coba

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hayolo Nana nulis apa coba

Catastrophe | Huang RenjunTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang