"Gue sama Yedam balik duluan ya, Lo udah dijemput noh!"
Jisung tersedak saat mendengar ucapan Khael tadi.
"Hah apa gue dijemput? Mana Abang gue?"
"Noh abang Lo nunggu depan gerbang, ripuh banget Lo minum juga." Tutur Khael sambil menunjuk Jeno yang duduk di motornya yang terparkir di depan gerbang sekolah.
"Loh Abang jemput Icung?"
Jeno menatap Jisung heran.
"Lah biasanya juga gitu kan?" Tanya Jeno dengan Nada bingung, sambil melirik Khael dan Yedam bergantian.
"A-eu bang maaf Icung lupa bilang kalo hari ini Icung mau kerja kelompok bareng mereka berdua!" Jisung tersenyum kaku sambil menatap Khael dan Yedam.
Yedam dan Khael justru menatap Jisung aneh.
"Perasaan gak ada tugas kel-"
"Icung mau ngerjain tugas kelompok dulu bang, jadi Abang pulang duluan aja soalnya Icung bareng mereka. Iya kan?"
"Katanya Lo mau perg-" Jisung menginjak kaki Khael, Jeno semakin merasa aneh.
"Ah iya iya bang-" Jawab Khael agak meringis kecil.
"Yaudah kalo ada tugas kelompok kerjain aja," Jawab Jeno yang membuat Jisung menghembuskan nafasnya lega.
"Tapi Icung gak bohong kan sama Abang?" Jisung menggeleng pada Jeno.
"Abang gak suka dibohongin ya Cung,"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.