°
°
°
Setelah cakra mengenal Cia dalam hidupnya, keadaan cakra semakin hari semakin membaik.
Mood anak itu juga tidak selalu buruk seperti beberapa tahun kebelakang.
Zivalicia Kimberly, Satu-satunya gadis yang bisa sedikit demi sedikit merubah Cakra kembali menjadi pribadinya yang dulu
Seorang cakra yang dulu selalu berkata Gue gak tau tujuan hidup gue apa atau Tuhan, cakra ingin cepat mati.
Kini cakra tau apa tujuan hidupnya.
Yaitu, bahagia selamanya bersama orang yang ia sayang. Zivalicia Kimberly.
Dan doa cakra pun kini berganti menjadi Tuhan, aku ingin hidup lebih lama lagi.
Keadaan cakra memang membaik, namun bukan berarti lemah jantung yang ia derita sembuh total. Setidaknya cakra sekarang mau untuk di ajak berobat, tidak seperti dulu yang enggan untuk melakukan pengobatan rutin nya setiap bulan ke rumah sakit.
Seperti saat ini, tanpa di paksa kini anak itu tengah menghadap pada dokter Galuh. Dokter pribadi keluarga Davidson.
Setelah melakukan chek up rutin cakra kini tengah menunggu Dokter Galuh untuk membicarakan tentang kesehatan nya "Apa saya bisa sembuh?"
Cakra yang selalu ia temui adalah cakra yang tak pernah banyak bicara, yang tak mau ada seorang pun yang menyentuh nya dan cakra yang tak pernah peduli ia akan mati saat ini juga.
Namun sekarang, dokter Galuh bisa melihat betapa berharap nya cakra yang sedang menatap Galuh dengan pandangan memohon.
Anak itu seperti nya gelisah, beberapa kali Galuh melihat Cakra yang terus menggigit bibir bawahnya.
Sebelum menjawab pertanyaan anak yang sudah beberapa tahun terakhir menjadi pasien setianya, Galuh menarik nafas pelan dan tersenyum meyakinkan
"Tidak"
Cakra menunduk, helaan nafas terdengar oleh dokter Galuh.
Sebenarnya ia tak tega jika harus mengatakan ini pada Cakra, namun lambat laun cakra juga harus tau mengenai kesehatan nya.
"Tetapi, dengan menjaga pola hidup bisa membantu. Minum obat, serta melakukan chek up dengan teratur"
Cakra mendongkak, ia sebenarnya ragu untuk menanyakan hal ini "Apa ada cara yang bisa membuat saya sembuh total?"
Dokter Galuh mengangguk "Donor jantung"
Karena, itu satu satunya cara agar cakra bisa sembuh total.
......
Cia hampir saja menjatuhkan nampan yang sedang di bawanya saat seseorang kini memeluknya dari belakang.
Jam menunjuk pukul 19.15
Suasana cafe saat ini juga tak terlalu ramai, gadis itu saat ini sedang berada di dapur, hendak menyimpan beberapa gelas kotor yang di bawanya.
Cia sudah hafal siapa yang memeluknya, dari bau parfum nya pun cia sudah bisa menebak bahwa itu Pacarnya
Cia menyimpan nampan berisi gelas kotor di tempat pencucian piring, hendak berbalik namun cakra begitu erat memeluknya "Aku lagi butuh kamu, sebentar dulu"
Cia hanya mengangguk, entah cakra di rasuki apa? Malam malam anak itu jarang sekali keluar.
Beberapa menit cakra memeluknya, hingga pelukan itu kini mengendur. Cia berbalik, wajah cakra tampak murung saat ini.
Sudah menjadi kebiasaan bagi cakra, jika ia berkunjung ke cafe milik lucas ia pasti membawa cia ke rooftop.
Mereka kini sedang terduduk di kursi panjang, sengaja lucas sediakan jika adiknya akan berkunjung.
KAMU SEDANG MEMBACA
ZIVALICIA
Romance. . . . . "Hujan dan Senja kini menjadi sesuatu yang berarti setelah saya mengenal kamu" -Cakra Seano davidsion Di bawah guyuran air hujan dan kilatan petir menyambar, kisah ini berakhir dengan pelukan hangat yang mengantar mereka pada keabadia...
