[⚠️SEDIKIT NGOMONGIN SEME-UKE⚠️]
"Ano otoko wa seme ni pittari!"
"Chottomatte .. ano otoko wa seme ni tekishite iru dakedenaku, jissai ni wa uke ni mo pittari."
"E! GOMEN!! Sono koto ni tsuite hanashimashita!"
"Darekaga seme no ka uke no ka kangaete wa ikemasen. Sore wa honmani shitsurei."
"Gomennasai! Gomennasai!"
"Tokorodesa, anata ga sudeni sore o yonda no ni, naze anata wa watashi no messēji ni kotaerunoni son'nani jikan ga kakatta no desuka?"
"Watashi wa anata no tsuittāakaunto to sono Chū no subete o mimashita .."
"Anata no akaunto wa honmani nihon jin ni yotte kanri sa rete iru yō ni miemasu .."
Atsumu speechless melihat Kusuma yang sedang memerankan peran Alo.
"DEMO, WATASHI O ODOROKA SETA NO WA .."
"KUMA MO SHITTE IMASUKA? Anata wa kuma no qrt tweet ga nihon go de, TAKUSAN no ka ga nihon go de aru koto ni odoroite .."
"DEMO, NAZE ANATA NO AKAUNTO WA KUSUMA GA TSUDZUKANAI NO DESUKA?! Kore wa nan desuka?! WATASHI WA MECCHA TEIAN SA RETE!"
Atsumu terkekeh lalu berkata, "Kemana hilangnya nada bicara adek yang pelan dan datar itu? Kenapa mejadi berbeda ketika mengartikan perkataan Alo?" Atsumu kembali terkekeh.
"Jadi kayak ada alay-alaynya gitu," lanjutnya.
'Eh- apakah sudah saatnya? ..' batin Kusuma.
"DEMO! Seme to uke tte nani?" tanya Atsumu.
'Aku menjadi orang alay?' batin Kusuma.
"Sore kara .. KUMA!" ucap Atsumu.
"HAI!" jawab Kusuma.
"Adek wa kuma desuka?"
"Hai!"
"ADEK BELUM FOLLOW AKUN KAKAK?"
".. hai!"
"Kenapa?!"
"Siap! Belum sempat!"
"Huft .. yasudah. Tapi nanti difollow ya. Kakak mau cek ramennya dulu."
Atsumu pun berdiri sambil membawakan sumpitnya. Tanpa diperintah apapun, Kusuma juga ikut berdiri. Alhasil, mereka berjalan menuju ke kompor bersama. Eh- maksudnya, depan kompor.
Mereka berdua sama-sama sedang memperhatikan rebusan ramennya. Dengan tangan kanan Atsumu yang sambil mengaduk ramennya dengan bantuan sumpit.
"Meccha blubuk blubuk," komentar Kusuma.
Mendengar kata asing yang terdengar tak meyakinkan, Atsumu mengalihkan tatapan matanya menjadi melihat Kusuma heran.
'Blubuk blubuk? NANDA SORE WA?!'
"Seperti binatang laut yang memiliki banyak racun saponin jika direbus."
'Racun saponin? ..'
"Aa, sou desu ne, seperti racun saponin," respon Atsumu.
'NANDA SORE WA?!'
Atsumu kembali mengalihkan pandangannya ke ramen yang kata Kusuma sedang blubuk blubuk itu.
"Kakak rasa ini sudah sempurna," Atsumu mematikan kompor listriknya.
"Tidak-tidak, bagi adek belum sempurna. Adek lebih suka yang nyemek."
KAMU SEDANG MEMBACA
Sumu, Samu, & Suma [BEING MIYA'S LITTLE SISTER]
FanfictionKeluarganya merupakan keluarga harmonis yang selalu membuat orang lain merasa iri, tapi itu terjadi sebelum kejadian orang tua Kusuma Praharahisa yang bercerai saat ia menduduki kelas 1 SMP. Kusuma adalah anak tunggal yang setelah kejadian tersebut...
![Sumu, Samu, & Suma [BEING MIYA'S LITTLE SISTER]](https://img.wattpad.com/cover/303719346-64-k476781.jpg)