Tidak.
Kini Kusuma berada di antara kerumunan tersebut. Rasa ingin memastikan tak adanya konflik berkelanjutan membuatnya ke sana.
Kini Kusuma tau siapa yang berteriak sebelumnya, berkat tatapan banyak orang. Termasuk orang yang rambutnya dominan berwarna abu tersebut.
2 menit sebelum ini. Kusuma dan lainnya sudah mendengar ceramah dari orang berambut warna abu tersebut. Sang pelaku, kini hanya bisa berdiam diri; datar.
2 menit berceramah, orang berambut warna abu tersebut baru melihat sekitar. Semua orang benar-benar berkumpul dengan wajah tak mengenakkan. Kondisi itu membuatnya berkata, "kalian bisa pulang sekarang. Latihan hari ini selesai. Terima kasih untuk kalian yang sudah ikut latihan club hari ini." Walau belum jamnya, orang itu memaksa menyudahkan latihan club mereka.
Di antara mereka semua yang berkerumun, sedari tadi ada 1 orang yang gatal ingin berbicara.
"Eh- tunggu sebentar," 1 kalimat dari mulut Kusuma itu membuat semua orang yang tadinya berniat untuk pergi meninggalkan kerumunan, kini berniat untuk mendengar lebih kalimat-kalimat yang akan dikeluarkan oleh mulut Kusuma.
Kini semua orang berpusat perhatian padanya, membuat tubuh Kusuma kaku kembali. Tau seperti itu, Kusuma menarik nafasnya pelan, berusaha untuk tenang.
"Tolong biarkan aku menjelaskan satu hal, dan tolong jangan memotong pembicaraan sebelum aku mengakhirinya.
Perlu diingat, kita adalah makhluk sosial. Kita punya yang namanya gregariousness di dalam diri kita, dimana itu adalah naluri manusia untuk hidup dengan orang lain. Naluri tersebut mendorong manusia membentuk atau bergabung dalam kelompok sosial tertentu.
Kita sebagai zoon politicon, makhluk yang hidup secara berkelompok, akan merasa penting berorganisasi demi pergaulan dan kebutuhannya. Itu adalah alasan sosial pertama orang memilih berorganisasi.
Yang kedua alasan materi, yaitu melalui bantuan organisasi tersebut. Kita dapat memperbesar kemampuan dan dapat menghemat waktu yang diperlukan untuk mecapai suatu sasaran melalui bantuan sebuah oragnisasi. Tentu itu tak akan dapat dilakukan seorang diri saja.
Kemungkinan besar sebelum masuk club ini, pernah ada anggota club voli ini sama sekali belum pernah bermain bola voli. Atau ada diantara kalian contohnya?
Orang yang belum berpengalaman dalam hal voli itu masuk dalam club voli karena ada ketertarikan pada voli di akhir-akhir itu. Ia ingin bisa bermain voli.
Kenapa dia memutuskan untuk memasuki sebuah club voli? Tentu karena dia ingin mengetahui teknik bermain voli dengan benar, mencari relasi dengan hobi yang sama, dan dapat mengambil manfaat dari orang lain dengan berbagai pengalaman yang ia punya, yang tentunya orang lain tersebut merupakan orang yang sudah tak asing dengan pertandingan bola voli.
Tentu dia yang masuk ke dalam club voli tersebut bisa bermain bola voli dalam waktu yang lebih singkat daripada jika ia berlatih seorang diri.
Serta, tentu sudah banyak alumni club voli ini terhitung jumlahnya. Kita dapat menarik manfaat dari pengetahuan generasi-generasi sebelumnya yang telah terhimpun, untuk membuat kelompok yang saat ini ada, kelompok yang saat ini kalian jalankan, akan terus melangkah maju. Poin ini menjelaskan bahwa, pengalaman dan sejarah sangatlah penting untuk kehidupan sekarang maupun masa depan. Kita adalah sesama anggota klub--
Eh.. aku sebenarnya bukan sih..
I mean kalian sesama anggota klub. Dan kelompok ini terbentuk karena pertemuan yang berulang kali dengan kepentingan yang sama dan pengalaman yang sama, yaitu voli.
Intinya, kita tidak mungkin mendapatkan kemenangan bahkan melakukan pertandingan voli apabila kita 1 orang saja kan? Maka dari itu, kelompok ini sangatlah penting.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sumu, Samu, & Suma [BEING MIYA'S LITTLE SISTER]
FanfictionKeluarganya merupakan keluarga harmonis yang selalu membuat orang lain merasa iri, tapi itu terjadi sebelum kejadian orang tua Kusuma Praharahisa yang bercerai saat ia menduduki kelas 1 SMP. Kusuma adalah anak tunggal yang setelah kejadian tersebut...
![Sumu, Samu, & Suma [BEING MIYA'S LITTLE SISTER]](https://img.wattpad.com/cover/303719346-64-k476781.jpg)