Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

#3 Berkenalan dengan Kakak Pertamanya Untuk Mengisi Kekosongan dalam Perjalanan

2K 247 15
                                        

Setelah peristiwa teriakan jantan, Atsumu dan Kusuma jalan bersama ke tempat Elvina, Kazuo, dan Osamu menunggu.

"Sini biar aku bantu bawain kopermu."

"Thanks," Kusuma menyerahkan koper hitamnya pada Atsumu.

EH? ITU MIYA ATSUMU? Dia lagi bareng sama siapa tuh?! ? cekrek

"Kamu cuma bawa 1 koper ini aja?"

Kusuma menggeleng, "Ada 1 lagi koper warna pink, tapi dipegang sama mama. Kamu udah ketemu mama kan?"

"Udah sih. Tapi aku gak sadar mama bawa koper warna pink hehe."

50 langkah kaki sudah ia tempuh bersama dengan Kusuma, tapi tidak ada percakapan apapun. Atsumu resah tidak menggerakan mulutnya sedari tadi.

"Jadi kamu beneran adikku ya?" Atsumu tidak tahan dengan kecanggungan. 

Kusuma tiba-tiba saja berhenti lalu menghadap Atsumu.

"Mn. Namaku Kusuma Praharahisa. Salam kenal," Kusuma menjulurkan tangan kanannya ke Atsumu ingin berjabat tangan untuk sekadar perkenalan. Rasanya canggung bagi Atsumu berkenalan dengan cara berjabat tangan. Namun ia tetap menerima jabatan tangan Kusuma dengan senang hati.

"Hai. Yoroshiku ne. Aku Atsumu."

"Berarti.. aku memanggilmu onii-chan, kan?"

Duh kok aneh banget ya?

Darah di dalam tubuh Atsumu mengalir tambah cepat. Saraf-sarafnya ngilu. "H-hai!" Jawab Atsumu tergagap.

Jujur saja Kusuma tidak mengerti kenapa onii-chan barunya ini terlihat berkeringat di musim dingin ini. Padahal ia tidak akan menggigit orang. Wajahnya pun dirasa tak akan menakuti-nakuti orang. 

Mereka lanjut menggerakan kaki mereka. 10 langkah dilewati, tidak ada percakapan apapun lagi yang bisa dibuka. Langkah selanjutnya,

"Omong-omong, kamu akan lanjut di sekolah yang sama kan denganku?" Sebenarnya jawaban dari pertanyaan itu sudah diketahui Atsumu. Karena sebelum ini Elvina sudah bilang bahwa Kusuma akan berada di sekolah yang sama dengan Atsumu & Osamu. Lagi-lagi Atsumu takut akan kecanggungan.

"Mama bilang sih begitu. Inarizaki ya kalau gak salah namanya?"

"Iya benar, Inarizaki! Sebelum ini, kamu berada di club apa?" Lembaran baru pun ia mulai.

"Aku? Bussiness club dan tari tradisional."

"BUSSINESS CLUB? DAN KAMU BISA MENARI? EEH SSSUGGO JANAI?! Kamu bisa ngejalanin dua-duanya?! Bukannya 1 club aja udah sibuk ya?!" Gairah semangat Atsumu merasa tinggi tiba-tiba.

"Sebenarnya emang sibuk. Cuma ya.. emang harus pandai-pandai bagi waktu. Pelajar di sekolahku dulu juga banyak kok yang club-nya lebih dari 1."

"Woah keren banget!"

Kusuma mengerutkan alinya tipis. "Lebay."

Satu kata itu berhasil membuat Atsumu tersentak.

"... Jaa, di bussiness club kamu belajar tentang apa?" Jujur saja Atsumu ingin mengenal Kusuma lebih jauh. Adik yang selama sebulan ditunggunya ini sekarang benar-benar sudah dihadapannya. Perlu waktu memang bisa mengenal dekat Kusuma, tapi setidaknya mulsi dari sekarang ia bisa memperlihatkan usahanya 'kan?

"Gampangnya, kami belajar tentang cara mengoperasikan suatu perusahaan."

"Ohh begitu. Cita-citamu berhubungan dengan hal itu ya?"

Sumu, Samu, & Suma [BEING MIYA'S LITTLE SISTER]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang