#23 Ramen

952 137 6
                                        

01:48
Convenience Store

Yap, Atsumu dan Kusuma sudah berada di dalam convenience store sekarang. Selama perjalanan ke sana, mereka berjalan tanpa ada percakapan apa pun. Mengingat, Kusuma sempat shock karena perlakuan salah satu pemabuk yang sangat kurang diajar. Perasaan Atsumu pun saat di perjalanan merasa sedikit tidak enak.

Mereka berjalan bersama ke rak tempat ramen-ramen instan berada, dengan genggaman tangan erat yang masih setia.

"Pilihlah, terserah apa saja ramen yang adek inginkan," kata Atsumu memulai kalimat setelah bermenit-menit mulutnya tidak terbuka.

Lalu, hanya respon anggukan Kusuma yang didapatkan Atsumu.

Genggaman tangan Kusuma bergerak ingin melepaskan dengan genggaman tangan Atsumu. Dengan cepat, Atsumu kembali mengeratkan genggaman tangannya sembari berkata, "Tetaplah menggenggam tangan kakak," dengan ucapan yang halus berunsur rasa kasih sayangnya pada Kusuma.

Jemari Kusuma yang semula mengendur, kini kembali mengerat bersentuhan teguh dengan punggung tangan Atsumu.

1 langkah yang Kusuma lakukan, membuat langkah kaki Atsumu reflek ikut bergerak bersamanya.

Berjalan pelan di dalam convenience store yang cukup sepi pengunjung kala itu, manik melihat sekitar, genggaman tangan yang tak kunjung lepas, tak ada suara bising yang dapat memahat telinga, membuat rak-rak di sekitar mereka menjadi saksi kehangatan sepasang saudara kakak dan adik yang pertemuan diantara mereka itu terbilang sangat baru.

Tak sampai sepuluh langkah mereka berjalan, Kusuma berkata, "Adek ingin mencoba ini," sembari tangan kirinya mengambil 1 bungkus ramen instan yang telah mengalami proses pengawetan itu, yang berada di rak kiri, dekat dengan dirinya.

"Baiklah, kakak juga ingin ramen itu," ujar Atsumu. Tangan kanannya dengan sengaja digerakkan mengambil 1 bungkus ramen instan yang dimaksud.

Atsumu kemudian menatap kiri bawahnya, melihat mata Kusuma yang 0,10 detik setelahnya juga menatap mata miliknya. Atsumu bertanya,"Apakah ada yang ingin ditambah?" pada Kusuma.

'Pandangan matanya sudah berubah, sudah seperti biasanya. Hanya saja, aura Kusuma masih sedikit memperlihatkan rasa ketakutannya,' batin Atsumu.

"Adek rasa .. tidak ada."

"Okay, yuk langsung saja membayar ini."

🌸

01:54

"Mau makan di ruang makan, ruang makan, atau kamar tidur?"

"Di ruang makan saja kak."

"Okay."

Mereka yang baru sampai, langsung bersama menuju dapur. Tak berselang lama tentunya, mereka sampai di dekat meja makan. 

"Adek duduk saja disini. Kakak yang akan menyiapkan ramennya," Atsumu akhirnya melepas genggaman tangannya. Segera ia meminta ramen instan milik Kusuma yang sedari awal Kusuma pegang. Kusuma pun menyerahkannya.

Kusuma kemudian mengikuti apa yang dikatakan Atsumu sebelum Atsumu meminta ramennya. Selagi itu, Atsumu berjalan menuju ke arah depan mejanya Kusuma lalu duduk. Posisi mereka berhadap-hadapan sekarang.

Atsumu membuka penutup kedua ramennya lalu teringat,"Oh iya! Aku lupa dengan mangkuknya!"

Tubuh Atsumu pun terangkat dan segera menuju di mana mangkuk dan kawan-kawannya berada. Tak butuh waktu yang lama, Atsumu mengambil mangkuk beserta sumpit yang tersedia di hotelnya.

Sumu, Samu, & Suma [BEING MIYA'S LITTLE SISTER]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang