#32 Sin30

726 99 18
                                        

09:28

"Kak Atsumu belum bangun?"

"Kak Osamu saja yang akan membangunkannya."

"Okee!"

Elvina berjalan menuju dapur, Osamu berjalan menuju kamar.

Sesampainya di kamar, Osamu melihat kakaknya itu tidur dengan badan telentang tapi dengan tangan dan kaki yang berada tak beraturan. Itu sudah biasa dilakukan oleh orang-orang. Tapi yang tak biasa dilakukan oleh orang lain adalah, alis sang pemimpi sedikit menyergit, seperti sedang ketakutan. Itu membuat Osamu terheran.

'Mimpi apa lagi ni orang? Jangan sampai mimpi menjadi kipas angin yang bunyinya sudah tek tek tek tek ataupun jadi adonan mochi yang sedang diuleni lagi ..'

Osamu mendekat dan membungkukkan badan atasnya sedikit. Lalu ia menepuk-nepuk pipi kanan Atsumu dengan tangan kanannya.

"Bangun oi."

Ntah sudah berapa kali Osamu menepuk pipi kanan Atsumu. Atsumu masih tetap di posisi yang sama, dengan mimik wajah yang tak berubah.

Ia kemudian mengambil bantal yang berada di samping Atsumu dengan niat akan menumpukinya ke wajah Atsumu dengan sedikit tenaga. Tapi saat sedang ancang-ancang memukul, Atsumu tiba-tiba terbangun sampai setengah badannya terangkat sembari mengambil nafas yang dalam sekaligus cepat (kalian tau kan maksudnya? Itu lohh seperti shock gitu). Dengan refleknya, Osamu terkejut terjengkang kebelakang.

Yang mau dipukul siapa, yang terjengkang siapa.

"DJUANNC*G!"

Atsumu menengok ke sumber suara. Mimik mukanya bukan seperti orang yang baru saja terbangun. Ia sedang panik ketakutan.

Atsumu memegang kedua pundak Osamu erat.

"KOWE KENOPO TO C*G?"

"AKU DIKEJAR MAKARONI PEDAS RAKSASA!!!"

"HaAa?"

"AKU SERIUS! MAKARONINYA SEBESAR TITAN KOLOSAL!"

Osamu menghela nafas berat.

"Sekarang sudah jam setengah sepuluh, cepatlah mandi sana!"

"TAPI MAKARONINYA BENAR-BENAR MENYERAMKAN! DIA HAMPIR MEMAKANKU!"

Osamu yang merasa tak peduli meninggalkan Atsumu yang masih terlihat shock berat.

Beberapa menit sudah Osamu meninggalkannya, Atsumu akhirnya tersadar. Ia akhirnya bangkit dan menuju ke suatu tempat.

🌸

09:35

BUG!

Kusuma dan Osamu sama-sama menengok ke arah pembuat suara bug tersebut. Rupanya ia adalah kakak mereka tercintah yang telah duduk dengan cara yang brutal.

"Dek, kakak benci makaroni pedas," ucap Atsumu dengan mimik wajah datar.

Awalnya berekspresi kesal, sekarang Kusuma berekspresi bingung. Ada apa gerangan? Pikirnya.

"Wuih, apaan tuh?"

Atsumu salah fokus dengan suatu cemilan yang telah habis 2/5 dimakan (sebagian besarnya sudah berada di organ dalam Osamu).

Tanpa merasa salah dan berdosa, Atsumu mengambil 1 wafer yang berada di tengah antara Kusuma dan Osamu itu dan langsung memakan semua sekali hap (?).

"Hmp! Enak!" komentar Atsumu.

"Kenapa?" tanya Kusuma.

"Kenapa apanya?" jawab Atsumu sembari mengunyah.

Kusuma menghela nafas,"itu kenapa kak Atsumu datang rusuh lalu bilang benci makaroni?"

Sumu, Samu, & Suma [BEING MIYA'S LITTLE SISTER]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang