"DEK KUSUMAA, KENAPA ADEK SIMPAN ROMA KELAPANYA? KAKAK KAN BARU MAKAN 5!"
"Nanti kan di hotel bisa dimakan lagi. Santai saja, kak" Kusuma sangat sabar menghadapi semua ini.
"Tapi benar ya di hotel boleh aku buka?" tanya Atsumu memastikan.
"Un" Kusuma meng-iya kan.
"Ah .. setelah makan biskuit, pasti tenggorokanku seret sekali" Osamu lantas mengambil teh botol yang ada di sampingnya lalu meminumnya.
"Tokorodesa, minuman ini terbuat dari apa?" Osamu bertanya setelah selesai meneguk 1 kali.
"Itu namanya teh botol. Kata botol itu sama seperti bahasa Jepang, botoru, yaitu serapan dari bahasa Inggris. Ada yang tau apa?" Kusuma.
Beberapa detik si kembar berdiam diri.
"HAA? MASA KALIAN TIDAK TAU?!" ucap Kazuo dengan songong.
"SABARLAH OTOU-SAN! Aku sedang mengingat-ingat! Kata itu sangat familiar!" Atsumu.
".. apakah bottle ?" kata Osamu.
"Yap! Nilai 100 untuk kak Osamu!" Kusuma sensei kembali memberi nilai.
"Tapi botol dan botoru itu lebih mirip ya daripada kata bottle " komentar Atsumu.
"Yeah sebenarnya hanya berbeda di aksennya saja sih" balas komentar Kusuma sensei.
"Sedangkan yang teh, coba kalian ingat-ingat lagi, bukankah itu terasa familiar?" Kusuma sensei kembali memberi pertanyaan.
Mereka berdiam diri lagi karena serius berfikir.
"Kalian ini lama sekali. Jawabannya adalah tea" sahut Kazuo.
"Tea?! Benarkah? Mirip sih .. tapi pengucapannya tidak terlalu mirip!" Atsumu.
"Aku akan menceritakan sejarahnya!" jujur saja jika soal sejarah Kusuma menjadi semangat.
"Tentu kalian tahu kan bahwa jalur perdagangan di zaman dahulu itu ada jalur laut dan jalur darat. Perdagangan teh melalui jalur darat di Silk Road terkenal dengan istilah cha. Pengucapan itu akrab di telinga masyarakat Tionghoa. Pedagang dari China kemudian menjual teh ke berbagai negara dan menggunakan istilah cha untuk teh. Bentuk pengucapan itu menyebar ke berbagai dunia yang melakukan transaksi jual beli teh melalui jalur darat. Bahkan ada yang menyesuaikannya dengan lafal bahasa masing-masing. Sebagai contoh, pengucapan menjadi chay dalam bahasa Urdu, shay dalam bahasa Arab, dan chay di Rusia, dan tentu saja ocha di Jepang! Sementara itu, perdagangan teh tidak hanya terjadi di jalur darat saja. Melainkan juga melalui jalur laut di mana saat kapal pedagang berhenti di pelabuhan terjadi transaksi jual beli. Pedagang yang menjual teh lewat jalur laut atau pesisir menggunakan istilah te untuk teh. Bentuk pengucapan yang berasal dari China itu menyebar hingga ke Eropa karena peran dari pedagang Belanda. Banyaknya pedagang dari Eropa yang datang untuk membeli teh membuat mereka akrab dengan istilah tersebut. Namun tetap saja, istilah te disesuaikan dengan pengucapan masing-masing negara. Perancis menyebutnya thé, sedangkan Jerman menyebutnya tee, dan Inggris menyebutnya tea" jelas Kusuma sensei.
"Dan ini yang penting! Masuknya tanaman teh pertama kali ke Indonesia itu dari Jepang loh!" Kusuma sensei.
"Honmani?" ucap Atsumu.
"Iya! Tanaman teh atau Camellia Sinensis yang berupa biji dari Jepang ke Indonesia pada tahun 1684. Teh dibawa ke Jakarta yang dulu nya bernama Batavia oleh Andreas Cleyer, seorang dokter, pengajar, ahli botani serta saudagar di VOC yang berkebangsaan Jerman. Dan kata teh di sesuaikan di Indonesia menjadi teh" jelas Kusuma.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sumu, Samu, & Suma [BEING MIYA'S LITTLE SISTER]
FanfictionKeluarganya merupakan keluarga harmonis yang selalu membuat orang lain merasa iri, tapi itu terjadi sebelum kejadian orang tua Kusuma Praharahisa yang bercerai saat ia menduduki kelas 1 SMP. Kusuma adalah anak tunggal yang setelah kejadian tersebut...
![Sumu, Samu, & Suma [BEING MIYA'S LITTLE SISTER]](https://img.wattpad.com/cover/303719346-64-k476781.jpg)