Kita Shinsuke kembali memasukkan apa yang ia genggam di tangan kanannya lalu bertanya, "kamu sudah makan malam?"
"Sudah. Makannya nih aku gak beli makanan berat."
"Makan KFC ya?"
"Sugo! kok tau?"
Kita Shinsuke memperlihatkan senyum kecilnya. Ia tertawa dalam hati. "Walau pun di Jepang umat kristen hanya 1% saja, tapi kami sering ikut meramaikan suasana natal. Salah satu kebiasaan natal unik di Jepang itu adalah makan KFC, itu sudah menjadi bagian dari budaya kami walau pun tentu saja tidak semua orang melakukan itu sih," jelas Kita Shinsuke.
"Really?? Pantas saja tadi otou-san beli KFC, ternyata seperti itu.."
"Bagaimana hari natal di Indonesia?"
"Biasanya ke gereja untuk beribadah, bahkan mungkin ziarah ke makam ke kerabat, lalu kumpul keluarga, tukar kado, membuat kue dan lain-lain. Aku bahkan kemarin membuat cookies di rumah dan aku bagikan ke teman-teman kelasku sebagai hadiah natal untuk ikut memeriahkannya juga."
Kita Shinsuke mengerti, "berarti tidak jauh beda ya dengan negara-negara seperti di benua Amerika dan Eropa?"
"Iya, mengikuti pusat lah hahaha!"
Setelah puas tertawa, Kusuma berpikir. "Berarti omset KFC saat natal pasti sangat naik ya? Karena kalau kata sensei Bahasa Jepangku sewaktu di Indonesia, orang Jepang lebih sedikit menyukai KFC dibanding orang Indonesia."
"Oh jadi kamu menggunakan jasa guru Bahasa Jepang.. secara private?"
"Benar, beliau bahkan kebetulan asli orang Hyogo, karena itu aku sedikit paham dialeknya!"
"Jadi apa yang dibilang di menfess sekolah tentang kamu yang belajar bahasa Jepang dengan cepat itu benar ya?"
"EH- AKU BARU INGAT KAK SHIN ADA TWITTER! Kak Shin sering main itu kah?"
Mereka terus berbicara satu sama lain. Ada saja sambungan antara suatu bahasan dengan bahasan lainnya, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk saling mengikuti akun twitter mereka masing-masing.
"Kamu tidak pulang? Tidak dicariin kakak dan orang tuamu?"
"Huh, orang tua ku ke Tokyo, sedangkan kak Tsumu dan kak Osamu juga pergi keluar bersama temannya."
"Oh, Atsumu dan Osamu tidak merayakan malam natal dengan pacarnya?"
Kusuma terkejut sedikit, ia tak menyangka akan memulai pembicaraan romansa tentang kedua kakaknya bersama seorang Kita Shinsuke. "Aku rasa mereka belum punya pacar, kak Shin. Tapi kenapa kamu pikir mereka punya pacar?
"Karena mereka terkenal, kan? Jadi aku tidak berpikir kalau mereka tidak punya pacar."
Kusuma mendekat. "What about you? Do you have a girlfriend? You are famous as them!"
Kita Shinsuke tertawa singkat, "aku sekarang di sini hanya bersama mu, dan saat aku pulang aku hanya akan menghabiskan waktu bersama oba-san,"
Kita Shinsuke tidak menyangka akan ditanya balik seperti itu, jadi, "kamu tidak pergi untuk merayakan malam natal juga?"
"This is my first christmas eve in Japan ever! Jadi tentu saja aku ingin pergi keluar rumah juga melihat suasana malam natal di sini seperti sekarang ini!"
"Kamu serius ingin lihat suasana malam natal tapi malah ke kombini? 15 menit naik bus dari sini ada christmas market. Mau ke sana bersama?"
"OH- PASTI BANYAK JAJAN JUGA GAK SIH? YUK!"
Kusuma langsing tegap berdiri dengan semangat.
'Tanghulu, i'm coming!'
KAMU SEDANG MEMBACA
Sumu, Samu, & Suma [BEING MIYA'S LITTLE SISTER]
FanfictionKeluarganya merupakan keluarga harmonis yang selalu membuat orang lain merasa iri, tapi itu terjadi sebelum kejadian orang tua Kusuma Praharahisa yang bercerai saat ia menduduki kelas 1 SMP. Kusuma adalah anak tunggal yang setelah kejadian tersebut...
![Sumu, Samu, & Suma [BEING MIYA'S LITTLE SISTER]](https://img.wattpad.com/cover/303719346-64-k476781.jpg)