Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

#63 Suasana Ramai Pasar Natal Meninggikan Suasana Hati Para Pengunjung

308 47 5
                                        

Atsumu dan Osamu saling bertatapan.

"Kayaknya bener deh kita harus pulang duluan," ucap Osamu tiba-tiba.

"YA KAN!" Atsumu berdiri dengan sekejap.

Di meja panjang bermuatan cukup 6 orang itu terdapat 3 laki-laki yang duduk bersama menunggu datangnya seseorang dari keramaian.

"Heh kok tiba-tiba pulang?!"

Seseorang yang berada di hadapan si kembar dibuat bingung keheranan. Padahal sebelumnya masing-masing dari mereka tengah sama-sama sibuk bermain smartphone, dan kini.. sudah berniat pergi dari hadapannya?

"Gin! Liat deh," Osamu memberi smartphone nya kepada orang yang sedang terlihat panik di depannya. Layar yang tidak terlalu terang tapi juga tidak terlalu gelap itu memperlihatkan sebuah utas twitter yang baru saja dibuat oleh 3 akun kakak beradik, dengan nama pengguna @miyaosamu @miyaatsumu dan @praharahisa.

Dengan seksama orang yang dipanggil dengan sebutan "Gin" itu dengan perlahan menggerakan ibu jarinya dari atas ke bawah.

"... di hack kali..?" Suara pelan yang mengandung getaran suara itu terdengar nada tidak yakin atas penuturnya.

"Ya makin bahaya gak sih?"

"DAH AH MAU BALIK POKOKNYA!" Komentar Gin membuat Atsumu semakin yakin atas keinginannya.

"Bentar dulu njir baru juga nyampe sini. Lagian si Suna mau ditinggalkah?"

Mata Gin tertuju pada Suna yang berdiri mengantre tak jauh dari jarak pandang mereka.

🌸

Tak hanya 2 orang yang turun di halte dekat pasar natal, namun beberapa di antara penumpang lain bus itu turut memiliki tujuan akhir yang sama.

Tak sampai 5 menit jarak waktu halte dengan pasar, Kusuma dan Kita Shinsuke akhirnya bisa mengobrol dengan bebas satu sama lain.

Orang-orang berdiri berderet-deret memanjang menunggu untuk mendapat giliran masuk. Antrean terlihat panjang tetapi prosesnya berjalan cepat.

Tak jauh dari area masuk, Kusuma dan Kita Shinsuke langsung dijamu pandang dengan kedai-kedai makanan mau pun toko yang menjual barang-barang berbau natal. Hingga Kusuma salah fokus dengan satu hal..

"Kak Shin! Ayo ke situ!!"

Kusuma menarik tangan Kita Shinsuke mengajaknya ke salah satu toko pakaian berdisplay topi natal khas musim dingin. Kita Shinsuke hanya bisa rela mengikuti keinginan orang yang baru dekat dengannya itu.

Kusuma senang melihat apa yang ada di depannya. Terlihat banyak topi jenis beanie yang terpampang. Kusuma menarik perhatian pada classical chrismast beanie yang berwarna merah dan yang berwarna hijau. Di bawahnya beanie dihiasi lis bulu halus dengan pucuk bola berbulu warna putih seakan salju.

"Di Indonesia sebenarnya banyak juga yang menjual ini khusunya saat perayaan natal. Aku dulu sangat tertarik tapi kupikir tak akan bisa kupakai di tengah cuaca Indonesia yang panas.."

Puas menatap topi beanie, tatapan Kusuma kini beralih ke Kita Shinsuke dan melemparkan pertanyaan yang butuh sebuah kevalidasian.

".. haruskah aku beli ini sekarang? mumpung bisa ngerayain natal di musim dingin!"

Sebelum mengeluarkan sebuah perkataan, Kita Shinsuke mengambil sebuah topi beanie natal merah yang sedari tadi ditatap haus oleh Kusuma. Ia memakaikannya ke kepala Kusuma.

"Cantik."

Jarak mereka dekat, namun tidak dengan tinggi mereka. Kusuma perlu mengangkat dagunya untuk menatap penuh mata Kita Shinsuke yang memantulkan dirinya sendiri dengan jelas.

Sumu, Samu, & Suma [BEING MIYA'S LITTLE SISTER]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang