Kurang dari 2 menit sebelum bel kelas dibunyikan.
3 orang yang belum Kusuma ketahui namanya itu masuk ke dalam kelas sembari berbincang berisik satu sama lain.
Mereka, segerombol laki-laki itu, baru berjalan beberapa langkah setelah melalui pintu masuk kelas, tapi salah seorang di antara mereka ada yang sudah menyadari kehadiran orang asing di sana.
"UWO!! KITA KITA!"
Salah seorang tersebut dengan hebohnya menunjuk Kusuma, membuat sebagian orang-orang menatap Kusuma kembali, termasuk kedua temannya.
"UWAAH!" satu teman sekelompoknya itu ikut heboh. Lalu, kedua orang heboh itu lari mendekati Kusuma.
Selama mereka berdua berlari, Kusuma yang panik langsung menatap Sora dan kedua orang itu secara bergantian dengan kecepatan yang cepat, seakan meminta tolong kepada Sora.
'Tolong!! Ada 2 orang gila yang menghampiriku!' batin Kusuma. Tapi, Sora tampak tak peduli dengan keadaannya. Sora tetap fokus pada smartphone miliknya.
"Woah!! Dia benar-benar masuk di kelas kita!"
"Iya!! Rumor itu ternyata benar!"
Kedua orang yang heboh tadi itu berbicara satu sama lain setelah datang melihat Kusuma di jarak yang dekat, benar-benar dekat, sampai pandangan Kusuma hanya bisa tertuju pada kedua orang itu.
Tiba-tiba seorang perempuan membelah ruang di antara kedua badan laki-laki heboh itu, dan ia berhasil memundurkan badan mereka, membuat Kusuma bisa bernapas lebih lega.
Perempuan yang tingginya sepundak kedua laki-laki itu tiba-tiba menyentil kedua jidat mereka kemudian mulai mengomel.
"KALIAN SEHARUSNYA TAU MALU DI HADAPAN PEREMPUAN!"
"Ehehehe, maaf ya Kusuma-san. Otak mereka memang sedikit miring!!" dikalimat akhir perempuan itu melototi kedua laki-laki heboh itu.
"Eh- kamu tau namaku??" tentu saja Kusuma bertanya seperti itu, karena ia padahal belum memperkenalkan diri di hadapan kelas.
'Yeah mungkin karena twitter lah ya..' asumsi Kusuma.
Perempuan itu kembali menatap kembali Kusuma dengan tatapan yang positif. "Tentu saja! Kau ini ramai di perbincangkan loh di menfess twitter sekolah karena kau rumornya adik dari Miya Kyoudai !! Dan ada informasi bocoran dari seseorang bahwa kau akan masuk Inarizaki dan menjadi bagian dari murid kelas kami!"
'Ah- pasti anak club bola voli nih..'
"A hahahaha, jadi ternyata begitu.."
Perempuan itu mengangguk kencang, "Kenalin! Aku Sakurada Minami! Aku mempunyai jabatan sebagai bendahara di kelas ini!" orang yang bermarga Sakurada itu mengulurkan tangannya dengan niat berjabat tangan dengan Kusuma. Dan tentu Kusuma membalas jabat tangannya.
Sembari menjabat tangan Sakurada, Kusuma membatin, 'apakah semua bendahara kelas itu galak?'
Kusuma berpikir begitu karena.. kalian masih ingat dengan Alo kan? Dia itu begitu-begitu juga bendahara kelas yang rajin sekali untuk berteriak dan menagih kas di kelas lohh!
Ucapan batin Kusuma terhentikan seketika karena salah seorang yang heboh tadi melepaskan tautan tangannya dengan Sakurada secara paksa.
"CHOTTO CHOTTO--"
Perkataan orang itu terpotong karena bel tanda jam pertama sudah di mulai.
"Ah! Bel sudah berbunyi! Jaa ne Kusuma-san! Nanti kita mengobrol lagi!"
Sakurada pergi sambil mendorong kedua laki-laki heboh itu, memaksa untuk pergi dengannya meninggalkan Kusuma juga.
Kalian juga masih ingat 'kan kedua orang heboh tadi datang ke kelas bersama satu orang lagi alias bertiga? Nah! Dia baru mulai memancarkan aksinya nih.
Orang ketiga di kelompok itu pun akhirnya juga ikut menghampiri Kusuma. Kusuma pun melihat orang itu yang semakin dekat ke arahnya.
Orang itu berjalan dengan santai, tak seperti kedua temannya. Bahkan, ia seperti ingin dilihat bahwa ia adalah orang yang cool ? Karena ia menaruh kedua tangannya di saku celananya! Atau bisa saja karena hanya kedinginan?? Tapi-tapi! Mukanya memasang tampang yang songong.
Beberapa langkah akhirnya berhasil ia tempuh melewati Kusuma, tapi dengan masih saling bertatap-tatapan. Bukan! bukan tatapan jatuh cinta pandangan pertama! Melainkan Kusuma memandang aneh dan ada yang tak beres dengan orang itu. Kalian tau kenapa? Itu karena dia sempat memberikan kedipan mata kanan yang rasa-rasanya memuakkan bagi Kusuma.
'Oh my God.. dia sama-sama gilanya.. ' batin Kusuma tak habis pikir dengan kelakukan teman-teman kelas barunya.
🌸
"Yak! Sebelum perkenalan, silakan tulis nama lengkapmu!"
Sebelumnya, Kusuma dipanggil oleh guru wali kelas yang sebelumnya datang bersama guru di jam pertama pelajaran mereka, guru kimia. Kusuma dipanggil tentu untuk memperkenalkan diri di hadapan teman-temannya, yang mana sekarang ia sedang menulis nama lengkapnya di papan tulis.
「 クスマ プラハラヒサ 」
Itu lah yang di tulis oleh Kusuma di papan tulis. Selesai menuliskan namanya, Kusuma lanjut memperkenalkan dirinya.
"Selamat pagi semuanya. Nama lengkapku Kusuma Praharahisa, kalian bisa memanggilku dengan sebutan Kusuma. Dan aku merupakan siswi pindahan dari Indonesia karena mengikuti orang tua. Apakah ada pertanyaan?"
Beberapa dari mereka mengangkat tangannya.
"AKU DULU!" seorang siswi berteriak tak ingin kalah.
"AKU DULU AKU DULU!"
'Ah.. orang heboh itu lagi..'
"Tenang dulu tenang! Untuk Watanabe-san silakan memberi pertanyaan lebih dulu!"
"Huuuu! Hikaru sensei pilih kasih huu! "
'Jadi guru kimia ku dan kak Atsumu-Osamu itu sama ya.. Hikaru sensei..' *
"Oi anak bandel! Sensei memilih Watanabe-san karena ia mengacung tangan duluan!"
Watanabe yang berada tak jauh dari orang heboh yang protes itu mengejek dengan cara menjulurkan lidahnya.
"Iya, silakan Watanabe-san, mau bertanya apa?" ucap Kusuma menengahi.
"Ah-" Watanabe menatap Kusuma kembali. "Sebenarnya aku ingin menanyakan ini dari awal.. apakah yang kamu kenakan itu seragam dari Indonesia?"
"Yap. Seperti yang kalian lihat, di sebelah sini ada bendera Indonesia-" Kusuma memperlihatkan bordiran bendera merah putih di atas saku baju seragam itu dengan tangannya.
"- jadi ini adalah seragam SMA Indonesia. Dan aku belum memakai seragam dari sekolah ini karena memang dari sekolah belum siap untuk dikirim. Jadi aku mohon izin memakai seragam Indonesia untuk beberapa hari kedepan, ya,"
"Lalu kenapa kamu memakai dasi seperti laki-laki?! Apakah memang seperti itu?!" tanya Watanabe dengan rasa penuh penasaran.
"AH SOU SOU! Dasi itu membuatmu terlihat gagah seperti laki-laki!!" sambar Sakurada tiba-tiba.
"A-ah.. sebenarnya memang dasinya seperti ini," jawab Kusuma jujur.
Seseorang mengangkat tangannya tiba-tiba. Seseorang itu adalah orang yang menunjukkan kursi kosong sebelumnya.
"OI OI REN! ANTRE LAH KALAU MAU BERTANYA!"
.
.
.
.
🌸
Notes:
* Omong omong di kelas mereka duduknya perorangan ya
* Mungkin kalian lupa tp di chapter capsaicin pernah ngebahas gue kimia Miya kembar.. dia Hikaru sensei wkwk.
* Terima kasih yang sudah baca & vote <3!
KAMU SEDANG MEMBACA
Sumu, Samu, & Suma [BEING MIYA'S LITTLE SISTER]
FanfictionKeluarganya merupakan keluarga harmonis yang selalu membuat orang lain merasa iri, tapi itu terjadi sebelum kejadian orang tua Kusuma Praharahisa yang bercerai saat ia menduduki kelas 1 SMP. Kusuma adalah anak tunggal yang setelah kejadian tersebut...
![Sumu, Samu, & Suma [BEING MIYA'S LITTLE SISTER]](https://img.wattpad.com/cover/303719346-64-k476781.jpg)