#70 Baru Matahari Pagi Menyinari, Sudah Ada Anomali Menyertai

231 30 6
                                        

Sabtu, 25 Desember 2021
08:30

Meja makan sudah dipenuhi makanan dan minuman yang dibuat oleh Kusuma sejak subuh. Baru meletakkan piring terakhir, Kusuma mendengar suara teriakkan kagum. Orang itu tampak masih berwajah sedikit kusut.

"WAAH! Dari lantai atas udah kecium wanginya!!" Bangun-bangun, indra penciuman Osamu sudah dimanjakan. Ia langsung duduk di salah satu kursi meja makan.

Osamu melipat tangannya dan menaruhnya di atas meja. Ia menatap dengan binar satu-persatu hidangan perjamuan yang dibuat adiknya. "Ini beneran kamu yang buat semua?!"

Kusuma menduduki kursi yang berada di hadapan Osamu. Sembari mengangguk menjawab dari pertanyaan kakaknya, ia melihat sekeliling meja dengan sedikit bangga.

Suhu hangat buatan di rumah Miya itu menyelimuti suasana.

Baru ingin mengambil sendok, tangan Osamu sudah ditampar kecil oleh Kusuma. "Bangunin kak Tsumu dulu terus siap-siap, baru makan."

Siap-siap yang dimaksud Kusuma adalah, membasuh muka, menyikat gigi, dan mengganti pakaian tidurnya ke pakaian biasa. Kusuma mengerti dari awal mengapa orang Jepang kebanyakan hanya terbiasa mandi sebelum tidur malam. Meskipun begitu, di kesehariannya Kusuma tetap mandi pagi dan mandi malam di Jepang mengikuti kebiasaan mandinya di Indonesia.

Setelah dapat ancangan dari Kusuma, Osamu mengangguk mengerti dan pergi meninggalkan Kusuma dengan cepat. Di dapur, kini kembali Kusuma yang hanya seorang diri. Dia akhirnya memutuskan untuk mencuci peralatan yang sudah kotor akibat kegiatan memasaknya.

Dapur itu hanya dipenuhi suara alat pencuci piring, selainnya sunyi dan hening. Sambil berdiri menyenderkan diri pada sebuah lemari tinggi, Kusuma kembali membuka lembar bukunya.

Tak begitu lama setelah alat pencuci piring itu tak terdengar lagi, akhirnya ada suara manusia yang menggantikannya. "KUKIRA AKU AKAN HANYA MAKAN MAKANAN INSTAN HARI INI?" Atsumu membuka matanya lebar melihat apa yang ada di didepannya. Wangi sedap tercium, membuat Atsumu mengirup aromanya pelan dan dalam sambil menutup kelopak matanya menikmati untuk beberapa detik.

Kusuma menutup bukunya dan menghampiri mereka untuk ikut duduk bersama. Baru saja kursinya diduduki, ia sudah diberi pertanyaan oleh orang yang berada tepat di depannya.  "Oh iya, mama jadinya pulang jam berapa?" Tanya Osamu.

Kusuma menjawab, "Tadi mama bilang mereka baru nyampe Hyogo nanti sore." Osamu merespon dengan mengangguk.

"INI APA? AKU BARU PERTAMA KALI LIAT!"

Kue berwarna kuning itu menyita perhatian Atsumu. Kue itu merupakan kue khas Indonesia, dan itu adalah salah satu kue yang membuat Kusuma menyita waktu lebih untuk membuatnya.

"Bika Ambon," jawab Kusuma.

"Biga Ambo.. en?"

"Bi  ka Ambon. Gak pake tenten."

"Ohh bika ambon!"

Kusuma mengangguk mengiyakan.

"Yaudah yuk makan!!" Osamu sudah tak sabar.

"Itadakimasu..!"

Mereka bertiga pun akhirnya memulai acara perjamuan kecil-kecilan itu. Hanya ada 3 macam makanan inti yaitu nasi goreng, yakiniku daging sapi, dan ayam goreng tepung. Terbilang sederhana bagi Kusuma karena ia perlu memasak masakan yang bahan-bahannya sebisa mungkin tersedia di dapur. Selain ketiga macam makanan tersebut adalah dessert yang beragam. Tak mengherankan karena dessert adalah keahlian Kusuma di antara jenis-jenis makanan yang lain.

Sumu, Samu, & Suma [BEING MIYA'S LITTLE SISTER]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang