Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

#4 Langsung dipertontonkan Pertunjukan pada Perkumpulan Pertama di Keluarga Miya

1.9K 239 16
                                        

"ITU mereka sudah datang," kata Elvina yang sudah terbebas dari pelukan bucin suaminya.

Osamu dan Kazuo lantas berpaling ke belakangnya berfokus pada Atsumu dan seorang gadis di sebelahnya.

Kazuo, Osamu, dan Atsumu awalnya hanya mengetahui paras Kusuma saat SD karena Elvina hanya mempunyai foto itu. Elvina tidak punya foto terbaru karena Purnama melarangnya untuk berinteraksi dengan Kusuma. Saat Elvina di Indonesia baru-baru ini pun tidak mengirim foto Kusuma ke suami dan anak-anaknya—supaya mejadi kejutan—kata Kazuo.

"HALO SEMUANYA! AKU BERHASIL MEMBAWA KUSUMA!" Atsumu berteriak semangat dengan perasaan bangga bisa membawa orang yang tepat.

Osamu tertegun. Angin dingin berembus, rambutnya mengombak seperti gelombang air pasang. Ia tidak bisa melepas pandangan dari paras cantik nan indah Kusuma. Wajahnya jelas tak jauh beda dengan mamanya. Mata bermutiara hitam tapi sedingin salju beku itu menatapnya.

Dia benar-benar kembarannya Atsumu. Secara fisik, hanya berbeda di bagian warna rambut. aku hanya berharap dia gak sejamet Atsumu, itu adalah gambaran pertama Kusuma setelah melihat Osamu.

Terus... laki-laki yang di sebelahnya itu otou-san? Masih terlihat sangat muda seperti mama, kesan pertama Kusuma pada Kazuo.

5 detik berdiam diri, Kazuo mendekati Kusuma dan memanggilnya, "Kusuma..?"

"Y-ya, Otou-san ?"

Kini giliran Kusuma yang gugup, langsung mengerti bagaimana perasaan Atsumu sebelumnya. Kazuo melebarkan lengannya untuk memeluk Kusuma, punggunnya dielus halus. Kusuma menatap mata Elvina sedikit bingung. Tatapannya bagai anjing yang terjepit pagar. Elvina hanya membalas dengan senyum dan anggukan. Kusuma pun membalas pelukan otou-san nya.

10 detik Kazuo melepas pelukannya pada Kusuma lalu berujar, "Kamu gak kedinginan? Malam ini suhunya 8 derajat loh," khawatir Kazuo. Tentu saja Kazuo bertanya-tanya mengapa Kusuma memakai celana pendek padahal di Jepang sedang musim dingin.

"WOA! AKU BARU SADAR! PANTAS AJA TADI SELAMA PERJALANAN ORANG-ORANG LIAT KUSUMA HERAN!" Heboh Atsumu merasa tak becus pada dirinya sendiri.

7 detik Kusuma diam. Ingin bicara tapi mulut terasa kaku karena terlalu gugup. Benar-benar telihat seperti anak anjing yang menyedihkan.

Elvina beralih menjelaskan, "Kusuma sedari kecil tahan dengan suhu dingin. Sama seperti aku. Kusuma malah jauh lebih suka cuaca bersuhu dingin daripada panas. Sebelum berangkat aku sebenarnya juga bertanya untuk memastikan, tapi Kusuma bilang akan sanggup, dan.. lihatkan? Kusuma gak merasa kedinginan sekarang, jadi kalian tenang aja," Kusuma mengangguk setuju.

"Iya. Aku suka banget suhu dingin. Kalian tidak perlu khawatir," Kusuma akhirnya bisa berucap, mengalahkan ke gugupannya.

Sebenarnya aku juga bingung kenapa aku bisa tahan dingin seperti ini, padahal aku dari kecil tinggal di Jakarta.. tapi ya emang sih 3 tahun ini aku berada di Bandung. Mungkin karena orang tua-ku juga tahan suhu dingin terus aku ikut-ikutan jadi orang yang tahan suhu dingin kali ya? Papa orang asli dari kabupaten Bandung dan mama orang asli dari kabupaten Wonosobo, yang mana tempat tinggal mereka termasuk tempat yang bersuhu dingin di Indonesia. But I'm not really sure about that tho, batin Kusuma bergelut.

"Baiklah," putus Kazuo.

Atsumu memalingkan pandangannya ke Osamu. Seperti ada yang tak beres, ia menghampirinya lalu merangkul pundaknya. "Yo! Osamu! Kenapa kau dari tadi cuma ngelamun?" Ujar Atsumu dengan nada songong.

Osamu tersadar, lalu membalas, "Berisik," ke Atsumu dengan muka datar sambil melepas paksa rangkulan di pundaknya. Atsumu melihatnya hanya terkekeh, kemudian Osamu menatap Kusuma lagi—sedikit membelakkan matanya.

Sumu, Samu, & Suma [BEING MIYA'S LITTLE SISTER]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang