.
.
.
"... jujur saja kakak sangat terkejut. Dengan 1 bulan 18 hari, adek sudah bisa bahasa Jepang bahkan mengerti dialek kansai! Bagaimana bisa?!"
"Yeah, adek belajar bahasa Jepang di Indonesia dengan keras.
Selama di Indonesia, kamus bahasa Jepang-Indonesia milik adek selalu adek bawa kemana-mana. Selama ada kesempatan, adek akan membukanya dan memgahafal setidaknya beberapa kosa kata.
Selama jam istirahat di sekolah pun adek belajar bahasa Jepang. Adek pun berusaha mengerjakan pekerjaan rumah yang adek kerjakan di perpustakaan dengan cepat supaya bisa lanjut belajar bahasa Jepang.
Di rumah setelah pulang sekolah, adek sudah bilang kan pada jam 8 adek lanjut belajarkan sampai jam 9 lalu tidur? Nah itu jam belajar adek sengaja adek tambah 1 jam. 30 menit sebelum jam 8 dan 30 menit setelah jam 9, alias belajar dari jam 07.30 sampai 09.30. Belajar untuk pelajaran besok 30 menit dilanjut belajar bahasa Jepang.
Dan di hari sabtu dan minggu, biasanya adek belajar bahasa Jepang seharian dan dimulai pada jam 7 dengan guru pribadi. Namanya adalah Kimura sensei Omong-omong, setelah adek tau adek akan tinggal di prefektur Hyogo, adek cari tau tentang wilayah itu. Dan ternyata prefektur Hyogo ada di daerah Kansai dan biasanya warga di sana memakai dialek Kansai. Dan Kimura sensei berasal dari daerah Kansai juga. Adek dan Komura sensei bersepakat akan fokus juga belajar dialek Kansai.
Untuk memperlancar juga, aku jadi banyak mendengarkan lagu-lagu Jepang dan menonton Anime dimalam hari. Jadi yeah, begitulah," jelas Kusuma.
'Aku hampir menjadi otaku ..'
"Souka! Otsukare!"
Senyum manis Kusuma terlihat, lalu ia berkata,"arigatou, kak."
"Tapi beneran deh, jika kakak yang melakukannya, setelah 2 hari kakak akan kena tipes!"
'DEK KUSUMA TERLALU KEREN!'
Kusuma terkekeh,"memangnya kakak pernah cobanya?"
"Tidak pernah coba dan tidak akan mau coba," jawab Osamu secara singkat.
"Jaa, kakak ambil smartphone kakak dulu ya sebentar," kata Osamu sambil berdiri.
"Iya."
Setelah Osamu pergi, Kusuma pun lanjut fokus dengan buku yang berada di pangkuannya itu.
Tapi, waktu Kusuma duduk sendiri tak bertahan lama. Osamu datang lalu duduk sambil mengeluarkan smartphone nya dari sakunya tanpa mengeluarkan kata-kata dari mulutnya.
Mereka berdua duduk dengan tenang dan fokus pada masing-masing aktivitasnya; Osamu dengan smartphone nya dan Kusuma dengan buku serta pulpennya.
Setelah menyalakan smartphone, ibu jari kanan Osamu bergerak dari bawah ke atas bertujuan untuk membuka layar kunci. Kemudian muncullah suatu sistem keamanan dari fitur smartphone nya berupa sandi angka. Dengan beberapa kali tap, kunci layarnya pun berhasil dibuka.
Hanya melihat notifikasi dari aplikasi Line, Osamu pun membukanya. Di aplikasi tersebut Osamu mendapatkan beberapa pesan. Salah satunya berasal dari grup chat 'Sirkel Kece'. Pesan terakhir dikirim oleh Suna pada jam 07:21 AM. Karena banyak pesan-pesan yang belum sempat Osamu baca, ia pun membukanya.
Sirkel Kece
........
Suna
OI OI!!
Suna
KEMBAR MIYA!
Suna
PEREMPUAN ITU SIAPA HA?! KOK TIDAK MEMBERI TAU KAMI?!
'Ha? Siapa?'
KAMU SEDANG MEMBACA
Sumu, Samu, & Suma [BEING MIYA'S LITTLE SISTER]
FanfictionKeluarganya merupakan keluarga harmonis yang selalu membuat orang lain merasa iri, tapi itu terjadi sebelum kejadian orang tua Kusuma Praharahisa yang bercerai saat ia menduduki kelas 1 SMP. Kusuma adalah anak tunggal yang setelah kejadian tersebut...
![Sumu, Samu, & Suma [BEING MIYA'S LITTLE SISTER]](https://img.wattpad.com/cover/303719346-64-k476781.jpg)