Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

#52 Jawaban yang Dinanti Akhirnya Berujung Tajam

627 81 4
                                        

Rabu, 22 Desember 2021.


"Kelas selesai, silakan istirahat."

Seusai bel jam istirahat berbunyi dan dipersilakan untuk keluar, banyak orang pergi meninggalkan kelas 2-10 tersebut.

Kusuma melihat teman yang duduk di sebelah kirinya, yaitu Kazunari Sora, pergi begitu saja melewati pintu belakang kelas.

Kusuma teringat perkataan Watanabe kemarin bahwa setiap jam istirahat kedua Sora dengan konsisten pergi ke rooftop sekolah untuk makan siang dengan bekal yang ia bawa.

Tapi hari ini.. ada sedikit kejanggalan.

'Eh? Aku tidak melihat dia membawa kotak bekal.. hari ini dia tak makan siang kah? Atau..'

🌸

Kantin di siang ini ramai seperti biasanya.

Kusuma sudah dihadapan Sora 3 menit yang lalu. Sama seperti Sora, Kusuma juga ikut makan. Bedanya, Kusuma memakan bekal yang dibuat oleh mamanya. Tetapi selama 3 menit penuh itu, belum ada percakapan apa pun di antara mereka.

Setelah menelan makanannya, Sora berkata, "ada apa sampai kau mengikutiku ke sini? Kemarin kau belum puas mengganggu ku?" dengan ketus ke arah Kusuma yang tengah duduk di depannya.

Seakan tak peduli Sora memanggilnya seorang pengganggu, Kusuma mendekatkan tubuhnya 2 cm lebih dekat dengan Sora.

"Hey Kazunari-san, kalo aku meragakan seperti ini-"

Kusuma memperagakan tangan yang berbentuk seperti isyarat telepon (🤙).

"-itu artinya kau mengatakan hal yang sebaliknya!"

Alis sebelah kiri Sora terangkat. "Tidak usah aneh-aneh." Kata Sora penuh tekanan.

"Tidak aneh! Itu hanya berarti jika kau mengatakan sesuatu kemudian menunjukan simbol itu, berarti kau berbohong! Hal yang sebenarnya adalah kebalikannya!-

- Contoh, kau bilang kau tidak suka kucing, lalu kau memperagakan simbol itu, dan berarti kau itu sebenarnya suka kucing!"

"Tidak. Untuk apa juga melakukan hal aneh itu?"

"Ya.. hanya untuk interaksi simbolik antara kita saja!"

"Jadi hanya kita saja yang yang tau?"

"Yap! Jadi bagaimana? Kau mau bercerita tentang club bisnis sekarang? Jika kau takut membicarakan yang sebenarnya, pakailah simbol itu!"

Tak ada jawaban. Sora kembali memakan makanan yang dibelinya dan menghiraukan Kusuma. Lawan bicara Sora itu memasang muka masam.

Keesokan harinya, kamis 23 Desember 2021, Kusuma merencanakan sesuatu.

Jam istirahat kedua, Kusuma pergi ke rooftop membawa bekal sekaligus sebungkus cemilan yang ia bawa dari Indonesia, yaitu Taro rasa rumput laut.

Dengan posisi yang sama seperti 2 hari yang lalu. Kusuma menawari cemilan yang ia bawa ke Sora yang sedang memakan bekalnya. Kusuma sudah mengucaplan 3 kali kalimat tawaran, dan sudah pula 3 kata yang sama yang Sora ucapkan yaitu..

"Tidak."

"Ayolah! Sebenarnya ini cocok juga untuk nasi loh!

Dengan cepat, Sora menatap Kusuma kaget. "Kau gila? Orang tua mu akan marah saat tau kau memakan cemilan renyah semacam itu dimakan bersama nasi."

'Huh. Ke-julid-an dia agaknya akan menjadi makanan sehari-hari ku. Tak tau saja ni orang bahwa banyak orang Indonesia yang menganggap kalau tak ada kerupuk berarti ada yang kurang.'

Sumu, Samu, & Suma [BEING MIYA'S LITTLE SISTER]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang