Mam Ko membuka pintu sebuah bangunan utuh hanya berisikan 1 ruangan khusus yang baru dibangun itu mengawali tanda club yang baru saja ia resmikan. Ruangan selebar 8 x 8 meter itu sangat cukup untuk hanya sekadar menjadi lokasi syuting podcast. Lokasi ruang podcast itu persis di sebelah gymnasium, jaraknya tidak sampai 20 meter.
"Welcome students!"
Anak-anak club yang baru menetas itu melihat sekeliling takjub. Di sisi paling jauh dari pintu masuk terlihat tempat pengambilan syuting podcast. Tempat itu terlihat nyaman.
Ada 2 kursi empuk yang saling berhadapan dengan meja lingkaran warna senada sebagai pemisahnya. Di atas meja sudah terdapat 2 alat recording berupa mic. Dan alat-alat podcast lainnya yang dapat dibilang lengkap bahkan di sudut kanan kiri pintu terdapat beberapa kursi dan mic cadangan untuk bintang tamu. Tak lupa di tengah ruang itu terdapat tempat duduk khusus bagi produser dan guru, dan sofa panjang yang menghadap ke arah tempat syuting podcast untuk "para pemain" behind the scene.
"Bagaimana?" Mam Ko duduk di kursinya yang berada di sebelah kursi produser.
Kusuma yang masih berjalan mengelilingi ruangan bersama dengan yang lain itu berkomentar, "very well prepared. Perfect mam!"
'Jadi begini ya nasib ruangan club jika didukung penuh oleh sekolah? Maka akan sangat haram rasanya jika kami bermalas-malasan..'
"Ini beneran tempat podcast kami mam? Sangat lengkap!" takjub Yamada.
"Saya kira akan merekam dengan smartphone, tapi nyatanya disediakan sebuah kamera yang bahkan brand kameranya brand besar! Lightingnya pun tak hanya mengandalkan lampu ruang. Dan mic nya pun.. wah.. ini beneran seperti ruang recording!" Akaso terlihat yang paling semangat melihat teknologi-teknologi di ruang itu.
"Seyaro! You guys are very lucky, to be honest! Jadi, kalian juga harus mencurahkan kemampuan kalian semaksimal mungkin di club ini!"
Kusuma terhenti pada sebuah lukisan untuk dekorasi ruang podcast itu, "meccha beppin yan!" (Cantik banget!)
Hoshi yang mendengar itu dari mulut Kusuma merasa terundang untuk mendekat. "Wah.. baru kali ini aku mendengar kau memakai dialek Kansai! Biasanya aku mengobrol denganmu berasa mengobrol dengan orang Tokyo!" kata Hoshi tak menyangka.
Kusuma menghiraukan Hoshi yang hanya berjarak satu kaki darinya, ia masih terpikat pada lukisan yang ada di depannya.
Di sisi lain, Yamada yang sudah puas berkeliling itu mendekati Mam Ko yang sedang mengetik sesuatu di smartphonenya. Ia bertanya, "Mam Ko.. bagaimana dengan jadwal clubnya?"
Mam Ko tersadar dan kembali meletakkan benda yang berada digenggamannya itu kembali ke saku. "Oh iya.. stundents come here please!" Mam Ko memanggil seluruh murid bimbingannya untuk berkumpul.
"Ada apa Mam?" Akaso yang menjadi individu terakhir yang masuk perkumpulan itu bertanya.
"I will tell you about our club schedule." Mam Ko berjalan ke arah berlawanan dari mereka menuju pintu yang disamping kanannya terdapat papan tulis bertiang yang nomaden, atau bisa dibilang dapat dipindah tempatkan. Lebar papan tulis itu sekitar 1 meter dengan tinggi yang hampir 2 meter.
「
2021年1月
! げつ!10th
」
"Kita akan konsisten memiliki unggahan konten podcast setiap 2 bulan sekali. Dan seperti yang kalian lihat di papan tulis, jadwal syuting perdana pertama kita adalah hari pertama kalian masuk sekolah setelah 2 minggu libur tahun baru, yaitu pada tanggal 10 bulan januari tahun 2022. Dan terus akan syuting 2 bulan sekali di hari yang sama berulang-ulang, dengan jeda 1 minggu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Sumu, Samu, & Suma [BEING MIYA'S LITTLE SISTER]
FanfictionKeluarganya merupakan keluarga harmonis yang selalu membuat orang lain merasa iri, tapi itu terjadi sebelum kejadian orang tua Kusuma Praharahisa yang bercerai saat ia menduduki kelas 1 SMP. Kusuma adalah anak tunggal yang setelah kejadian tersebut...
![Sumu, Samu, & Suma [BEING MIYA'S LITTLE SISTER]](https://img.wattpad.com/cover/303719346-64-k476781.jpg)