Kusuma mendorong salah satu pintu untuk pergi meninggalkan Kombini tersebut. Ditangannya sudah terdapat tepung terigu dengan berat bersih 1000 gram sesuai permintaan mamanya.
Perempuan yang mengajaknya bicara tadi sudah pergi dengan terburu-buru.
[Flashback started]
Kono mune wo.. takanari wo.. tashikameru you ni..
Dering nada telfon smartphone yang terus berbunyi itu berasal dari smartphone perempuan yang kini didepan Kusuma itu.
"A- sebentar ya," perempuan yang belum diketahui namanya itu memalingkan pandangan dari Kusuma dan kemudian menjawab panggilan telfon seseorang yang tentunya tak diketahui oleh Kusuma.
"A! Souka?! Atashi wa sugu ni ie ni kaerimasu!!!!"
Perempuan itu menolehkan pandangannya ke Kusuma dan melambaikan tangan kirinya cepat, sembari masih menempelkan smartphone miliknya ke telinganya sendiri.
Setelah itu, perempuan tersebut pun langsung berlari keluar dari kombini dengan perasaan yang semangat.
Kusuma ya... hanya bisa melihatnya pergi keluar saja lalu kembali melihat majalah yang sampai sekarang masih dipegang oleh tangan kanannya.
Kini ia tau mau ia apakan majalah tersebut.
Kusuma membuka smartphone-nya kemudian menekan aplikasi Line dan membuka isi chatnya dengan teman satu-satunya, siapa lagi kalau bukan Alo.
Al(o)ien
Kusuma
(Sent a picture)
Kusuma
Bukankah mereka adalah orang yang kau suka? Aku akan membelinya untukmu. Tapi jika kau mau mengambilnya, datanglah ke Jepang secara mandiri, ya.
Kusuma
Ongkirnya mahal.
[Flashback end]
Saat ingin menyebrang, di trotoar tempat kakinya berinjak, Kusuma secara kebetulan bertemu dengan Atsumu yang sedang berlari dari arah kirinya menuju kanannya.
Atsumu pun juga melihat seseorang yang tak asing tak jauh di depannya, "Kusuma?" gumamnya.
Lantas Atsumu pun mendekat. Kini Kusuma bisa melihat jelas wajah lelah Atsumu yang habis berlari.
'Aku rasa itu rutinitas club-nya.'
Melihat apa yang dibawa oleh Kusuma, Atsumu reflek bertanya, "Adek beli tepung?"
Kusuma mengangguk.
"Aku ingin membuat cemilan, tapi tepung di rumah habis."
'Tapi setelah kuliat-liat lagi, ekspresi wajah itu tak hanya kelelahan sehabis berlari.. raut mukanya sedikit terlihat.. frustasi? Atau dia terlalu lelah karena club-nya?'
'.. atau ada masalah di clubnya?'
"Oh bolehkah aku mencobanya??" pertanyaan Atsumu dengan nada naik 1 dari sebelumnya itu memecahkan isi pikiran Kusuma.
Tapi tetap saja, Kusuma memiringkan kepalanya bingung karena orang yang di depannya itu seperti bukan seorang Miya Atsumu, menurutnya.
"Tentu saja..."
"Matangnya jam berapa?"
".. 50 menit dari sekarang.."
"Oh yasudah nanti antarkan makanannya yang banyak ke gymnasium sekolah ya!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Sumu, Samu, & Suma [BEING MIYA'S LITTLE SISTER]
FanfictionKeluarganya merupakan keluarga harmonis yang selalu membuat orang lain merasa iri, tapi itu terjadi sebelum kejadian orang tua Kusuma Praharahisa yang bercerai saat ia menduduki kelas 1 SMP. Kusuma adalah anak tunggal yang setelah kejadian tersebut...
![Sumu, Samu, & Suma [BEING MIYA'S LITTLE SISTER]](https://img.wattpad.com/cover/303719346-64-k476781.jpg)