Mam Ko, Hoshi, Kusuma, Yamada, dan Akaso masuk ke dalam ruangan yang hanya bertuliskan ruangan B3-15 itu secara bergiliran. Terdapat 11 kursi yang diletakkan melingkar, dan sudah 6 kursi diantaranya yang terisi.
"Ruangan ini ku kira akan berdebu, ternyata malah sudah sangat rapi," komentar Hoshi setelah melewati pintu masuk, yang kemudian dibalas tanya oleh Kusuma yang berada di belakangnya, "kenapa kau berpikir begitu?"
"Karena setauku ini ruangan yang tak terpakai," bisik Hoshi. Kusuma mengangguk mengerti.
"Ayo duduk semuanya," ajam Mam Ko.
Kelompok yang sudah lengkap itu akhirnya bisa duduk di kursi yang telah disiapkan sebelumnya untuk memulai berdiskusi satu sama lain.
Mam Ko memulai pembicaraan. "Okay students, sebelumnya terima kasih telah datang ke ruangan ini di jam yang seharusnya kalian bisa pulang dari sekolah."
"Namun, lihatlah sekeliling kalian.."
Semua murid yang duduk memperhatikan sekeliling sejenak sesuai apa yang dikatakan Mam Ko. Mereka baru pertama kali ini datang ke ruangan tersebut.
".. berterima kasihlah pada Tim CS karena telah membersihkan dan merapikan ruangan yang kalian tau sebelumnya kosong ini, akan menjadi ruangan kalian," lanjut Mam Ko.
Semua dengan serius menatap Mam Ko. Bertanya-tanya apa alasan dibalik kalimat yang diungkapkan olehnya.
"Karena kalian telah resmi menjadi anggota club yang saya bimbing. Selamat!-"
duar
Secara tiba-tiba terdengar suara ledakan confetti popper warna-warni yang ternyata sudah Mam Ko siapkan dan diletakkan di bawah kursinya sedari tadi, tanpa ada yang menyadari.
Mam Ko yang sengaja meledakan confetti popper itu dengan ekspresi datarnya membuat 11 orang yang melingkar bak sekte baru itu terdiam beberapa detik. Tidak ada yang berekspektasi Mam Ko akan melakukan hal seperti itu.
'Ternyata tidak sesuai yang kupikirkan ya.. receh jg bliau ini.'
Kusuma melihat Hoshi di sebelahnya yang sedang menunduk itu sangat berusaha untuk menahan tawanya dengan mengepal jari tangannya kuat.
Iseng jari telunjuk Kusuma menusuk pinggang Hoshi, niatnya memberhentikan dan mengalih perhatian dari acara tahan tawanya.
Seperti tersetrum, tubuh Hoshi reflek bergerak menjauh sedikit dari inti "sengatan listrik statis" itu.
Dengan setengah nafas Hoshi meringkih, "duh- kau ini- kenapa?" Setengahnya lagi tertawa kecil. Kusuma kembali menusuk pinggang Hoshi dengan jari telunjuknya.
"Hush," bisik Kusuma memperingati Hoshi untuk diam karena tanpa sepengetahuannya, Mam Ko yang masih memegang confetti popper itu sudah menatap lekat ke mereka tanpa suara.
"-duh iya iyaa," bisik Hoshi patuh sambil menyeka air mata yang keluar dari pinggir mata kanannya.
"Tapi ini club apa mam?" Yamada mengalihkan perhatian semua orang.
Yamada sangat penasaran kenapa bisa tiba-tiba mereka dikumpulkan dan tanpa persetujuan harus memasuki club baru ini. Bagaimana dengan club yang ia dan kedua temannya itu berusaha mengoperasikannya kembali?
'Aku.. Shirahama.. Hatano harus menyerah dalam membangun lagi club jurnalisme?'
Mam Ko meletakkan confetti popper yang sudah habis itu kembali ke bawah kursinya. Mam Ko berdiri dan menuliskan sesuatu di papan tulis dengan spidol yang ntah dari mana asal tempat pengambilannya.
'Mam Ko ini spesialisasi sulap apa gimana? Jangan-jangan club ini..'
"Okay Students! Perhatikan saya!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Sumu, Samu, & Suma [BEING MIYA'S LITTLE SISTER]
FanfictionKeluarganya merupakan keluarga harmonis yang selalu membuat orang lain merasa iri, tapi itu terjadi sebelum kejadian orang tua Kusuma Praharahisa yang bercerai saat ia menduduki kelas 1 SMP. Kusuma adalah anak tunggal yang setelah kejadian tersebut...
![Sumu, Samu, & Suma [BEING MIYA'S LITTLE SISTER]](https://img.wattpad.com/cover/303719346-64-k476781.jpg)