Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

#73 Cookies Gosong untuk Tamu yang Mengundang Dirinya Sendiri

330 28 4
                                        

SEBELUM mereka kembali melanjutkan acara perjamuan makanan yang belum selesai habis itu, Kusuma berisiatif mengajak mengambil foto atas mereka bersama dengan barang-barang yang baru mereka dapatkan.

Setelah itu mereka berbincang santai sembari memakan makanan penutup mengabaikan kejadian sebelumnya, demi keharmonisan mereka sendiri di hari yang datangnya satu tahun sekali ini. Mood mereka terangkat bagai anjing melintang denai.

Mereka tau jelas kejadian serius apa yang beberapa menit lalu menimpa mereka bahkan hingga air mata seseorang di sana berjatuhan. Mereka berdua sama sama tau bahwa Kusuma mungkin tak ingin mengungkit masalah itu lagi, sebelum ia yang mengungkitnya. Dalam artian, mereka sebenarnya tidak berani untuk memulai. Walaupun air ditekak takkan putus, mereka hanya tak ingin mengambil resiko buruk.

Di tengah percakapan aktif itu tiba-tiba smartphone Atsumu berdering menandakan salah satu kenalan pentingnya memanggil, dan benar saja, itu adalah Suna. Begitu Atsumu menekan simbol "terima panggilan" dan menaruhnya tepat di samping telinga, ia langsung dihujam,

"KALIAN DI MANA? CEPET DATENG! GIN UDAH NYAMPE DI RUMAHKU DARI TADI!"

Dengan volume tinggi smartphonenya ditambah dengan teriakan keras orang di seberang sana membuat Atsumu dengan reflek menjauhkan benda canggih itu dari jangkauan pendengarannya.

Dengan ekspresi tanpa dosa yang tak sengaja dibuat, Atsumu berujar, "Emang sekarang jam berapa sih?" Yang berhasil didengar oleh Suna dan Gin dari kejauhan.

Belum sempat melihat jam, Suna sudah kembali menjawab dengan nada tinggi, "UDAH HAMPIR JAM SEBELAS, AHO! KU CHAT DARI TADI TAPI KAU NGGAK BALES-BALES!" Karena mendengar pertanyaan mengesalkan itu.

Atsumu melirik Osamu lalu pergi menjauh hingga ruang keluarga. Atsumu menempelkan smartphonenya dekat telinga lalu kembali berbicara pada mereka, tapi kali ini dengan bisikan. "Bentar, ini aku masih gak enak ninggalin Kusuma sendirian lagi."

"Loh kenapa?" Suara Gin terdengar.

Atsumu menjawab, "Dia tadi sempet nangis.."

Suna, "HEH Kusuma kalian apakan sampai harus nangis gitu?! Parah banget kalian ini!!"

Atsumu, "Ah pokoknya nanti ku ceritain deh!!"

Suna, "AKU SAMA GIN OTW RUMAH KALIAN SEKARANG."

Panggilan terputus oleh pihak yang menelepon. Atsumu dengan cepat melihat smartphonenya yang kini hanya terlihat lockscreen miliknya. Dia menyergit keheranan lalu kembali ke tempat asal.

Baru ingin duduk kembali, Atsumu sudah ditanyai, "Kalian mau main sama Ginjima-san dan Suna-san lagi?"

Kusuma bertanya pasalnya ia cukup bingung, bukannya kemarin banget baru main bareng ya? Setelah itu dia merasa itu hal yang baru. Dia sendiri bahkan main keluar bersama Allo sebanyaknya hanya dua kali dalam sebulan.

Mereka tiap weekend kali ya mainnya?

Bukan iri, bukan dengki. Kusuma hanya menanyakan bagaimana cara mendapatkan energi sebanyak itu jika weekdays lelah sekolah dan weekend pergi main bertemu orang.

Setelah mendudukan tubuhnya, Atsumu baru menjawab, "Engga.. eh iya!"

Kening Kusuma sedikit mengerut, "Jadi yang benar yang mana?" Osamu yang sebenarnya tau mereka telat pun hanya dengan santai makan menunggu jawaban Atsumu.

"Sebenarnya mereka sih yang bakal dateng ke rumah.."

"Hah?!" Sendoknya hampir jatuh. Osamu yang santai itu tiba-tiba terkejut lalu menatap keberadaan Atsumu tepat disampingnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 31, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Sumu, Samu, & Suma [BEING MIYA'S LITTLE SISTER]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang