3. Sepihak

14.3K 1.4K 13
                                        

Laki-laki dengan jabatan kepala keluarga itu terlihat melonggarkan dasi. Sepertinya Ita sudah membuatnya tersinggung.

"Tadi habis dari mana?" beonya lagi.

"Aku udah kirim chat ke kamu. Setidaknya lihat dulu sebelum tanya."

"Memang udah diizinkan?" tandasnya tak kalah tajam.

Ita menghela nafas berat. Matanya melengos. Malas menatap dua manik yang selalu menyakiti hatinya ini.

"Terus aku harus nunggu dapat izin sampai kapan? Toh, selama ini kamu nggak pernah cek handphone pribadi selama di kantor. Keburu dua anak mu nangis karena mereka yang ngotot mau pergi."

"Tinggal jawab aja! Dari mana? Sama siapa? Gampang kan?!" Otot lehernya mulai ketara. Laki-laki ini benar-benar emosi.

"Apa aku pernah usik urusan mu? Bahkan di hari libur kamu pergi pun, apa aku pernah interogasi saat kamu pulang? Nggak kan?!"

"Aku pergi wajar karena ada urusan bisnis. Kamu? Inget posisi mu!"

"Posisi? Ah! Iya.... posisi ku nggak lebih dari seorang istri yang dipaksa diam di rumah. Harus menerima segala bentuk perlakuan suami dan yang lebih penting, di suruh DIAM di saat suaminya selingkuh!"

"Selingkuh apa sih?!" Ucap Raga menaikan volume suara.

"Kamu pikir aku nggak tau? Hubungan mu sama sekretaris mu Sasa. Mau ditutup serapat apapun selamanya bangkai akan tercium juga!"

"Jangan menyimpulkan seenaknya!"

"Aku nggak akan bilang kalau nggak ada bukti nyata!"

Laki-laki itu diam. Ia menatap tajam pada Ita. Gemeretak giginya bahkan terdengar.

"Kalau bukan karena Zera dan Zeno mungkin aku udah minta cerai dari dulu!" Ucap Ita tegas.

Laki-laki dengan nama lengkap Saraga Hilar, yang menjadi satu-satunya penerus keluarga Hilar itu berdecak kemudian keluar ruangan dengan menghadiahkan bantingan pintu kepada istrinya.

Ita menatap nanar. Kepergian Raga membuat Ita merobohkan kedua kaki yang mati-matian ia tahan untuk jejak berdiri. Berbicara lantang seperti tadi bukan hal mudah untuk Ita. Kenyataannya Ita lemah.

Satu rahasia yang ia simpan rapat-rapat sejak dulu. Entah kapan dimulainya hingga tumbuh cinta pada laki-laki itu.

Cinta sepihak yang menyakitkan!

^^^^^^^

Suara TV menggema di ruang tengah. Kebiasaan nonton K-Drama masih mengalir di nadi Ita.

Zera dan Zeno yang biasanya aktif bermain di siang hari tidak disangka akan tertidur. Membuat Ita bebas melakukan apapun.

Ia sempat memesan beberapa camilan lewat gofood. Menonton K-Drama tidak lengkap tanpa camilan. Begitu prinsip Ita.

Merasa jenuh dengan alur drama. Ita memutuskan membuka file-file lama di laptop. Banyak sekali folder berjejer. Ita sengaja menyimpannya di laptop sebab ia sadar diri sering lupa pasword google drive. Padahal stok poto semua sudah di upload ke sana.

AFTER ENDING (TERSEDIA EBOOK)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang