9. Halusinasi

10.3K 931 8
                                        

Suara terakhir yang Ita dengar adalah tangisan sebelum hilang sepenuhnya oleh dengungan hebat. Lalu semakin lama dengungan itu melambat hingga berubah menjadi detak.

Ita berpikir itu suara detak jantungnya yang kian menjauh. Namun, Semakin lama ada suara lain yang tertangkap indera pendengarnya. Sejurus dengan itu indera perasanya merasakan sentuhan hangat dan lembut. Seperti sedang digenggam oleh seseorang.

Merasa kesadarannya semakin dekat. Perlahan Ita membuka mata. Hal pertama yang ia lihat adalah cahaya putih. Kemudian beralih ke seorang paruh baya yang Ita kenal.

"Pa, Ita udah sadar."

"Syukurlah."

"Cepet panggil dokter Pa."

"Oh iya. Tunggu sebentar."

Percakapan singkat itu memulihkan ingatan Ita tentang identitas dua paruh baya ini. Mereka Ria dan Haris. Orang tua kandung Ita.

Ita harus menggerakan bibirnya untuk mengetahui kondisi anak-anak. Mereka pasti sedang ketakutan.

"A...nak ku ma... na?" ucap Ita tersendat-sendat.

Ria masih tampak bingung. Terlihat bagaimana ia tidak bisa menjawab.

"Anak ku... mana?" ucap Ita sekali lagi. Tentu saja berusaha sejelas mungkin.

"Sayang-"

Pertanyaan yang belum sempat Ria jawab menggantung begitu saja berkat dokter yang tiba-tiba datang. Dokter itu mengecek detak jantung Ita sebelum memberikan statment bahwa Ita sudah melewati masa kritisnya.

"Syukurlah," sahut keduanya.

"Kalau begitu, saya pamit dulu ya Pak, Bu?" pinta dokter itu sembari mengatupkan tangan.

"Anu... bisa bicara sebentar," sahut Ria tiba-tiba.

Mereka pun melangkah keluar bersama. Haris juga ikut penasaran sebab jarang sekali istrinya inisiatif seperti ini.

"Bagaiamana Bu? Ada yang bisa dibantu?" tanya dokter itu.

"Gini dok. Tadi anak saya melantur. Itu nggak apa-apa kan dok?"

"Melantur apa Ma?" tanya Haris.

"Nggak jelas Pa. Tapi, setau Mama, Ita sebutin anak."

"Hal itu udah biasa bu. Pasien dalam pengaruh obat bius memang sering melantur. Saya aja pernah ditanyai pasien cara ternak dinosaurus. Ibu dan Bapak tidak usah khawatir. Biasanya efek obat bius akan hilang selama tiga sampai empat jam," jelas dokter.

"Oh gitu ya dok. Syukurlah. Makasih ya dok."

"Sama-sama."

Beberapa jam setelah kesadaran Ita kembali. Tidak sedetik pun Ita melewatkan bertanya tentang keadaan anak-anaknya. Namun, bukan sebuah jawaban melainkan tanggapan aneh dari kedua orangtuanya.

"Pa, Ita lagi-lagi tanya tentang anaknya. Aku harus jawab apa Pa?" ucap Ria panik.

"Kata dokter itu hal yang wajar karena Ita masih terpengaruh sama obat bius pasca operasi. Mama nggak usah khawatir ya."

AFTER ENDING (TERSEDIA EBOOK)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang