2. Luka yang Hidup

15.4K 1.4K 24
                                        

~Anak tidak bisa memilih di rahim mana ia akan tumbuh. Tapi orangtua bisa memilih pasangan yang tepat untuk anak-anaknya~

Happy Reading
.
.
.

Di dalam mobil.

"Mama," panggil Zeno setelah ibu dan anak itu menaiki gocar.

"Hm? Kenapa sayang?"

"Pedopil itu apa?"

Ups! Ita lupa menyaring kata-katanya. Di usia Zeno dan Zera yang menginjak 3 tahun adalah masa keingintahuan anak sedang pesat-pesatnya.

"Itu--" sibuk mencari jawaban Zeno justru tersenyum lalu menggapai pipi Ita.

"Nanti kalau Zeno udah gede pasti tau kan Ma?"

Senyum Ita mengembang. Sebenarnya dari mana Zeno belajar sikap dewasa seperti ini? Berbeda dengan Zera yang aktif. Pembawaan Zeno tenang dan dia pandai memahami situasi.

"Nggak perlu nunggu besar sayang. Zeno boleh tau sekarang juga kok."

Ita menghadap Zeno. Hendak menjelaskan. Zeno pun ikut menengadah sebab tinggi mereka yang terpaut jauh.

"Dengar...." Ita sengaja menyilangkan kedua jari telunjuknya sebagai isyarat dilarang atau hal buruk yang tidak boleh dilakukan.

"Pedofil itu perbuatan buruk yang tidak boleh dimasukan ke kantung Doraemon." Ita sengaja mengambil istilah kantung Doraemon sebagai istilah yang boleh dan tidak boleh dipelajari.

Zeno masih terlihat bingung. Sesekali matanya melihat ke atas. Tanda kalau ia belum paham.

"Jadi gini, kalau misal Zeno sama Zera main ke taman komplek. Terus ada Om-om tidak dikenal yang mendekati dan memegang Zera di sini...." Ita menunjuk dada, paha dan bokong.

"Pada saat itu, Zeno harus membawa Zera pergi, Ya? Karena Zera sedang berhadapan dengan Pedofil."

"Papa suka gendong Zela Ma. Cium pipi sama puk-puk pantat. Papa pedopil juga ya Ma?"

Terdengar kekehan dari depan. Sang supir ternyata menyimak sejak tadi.

"Aduh Mbak anaknya lucu banget," komentarnya.

"Hehe, Maaf ganggu ya Pak?"

"Nggak Mbak. Saya justru terhibur. Dilanjutkan aja Mbak. Jaman sekarang memang kudu hati-hati Mbak."

"Iya Pak. Makasih ya."

Ita kembali ke Zeno. Untung saja Zera tidur. Kalau tidak, mungkin pertanyaannya semakin panjang. Karena Zera tipe anak yang daya ingin tahunya tinggi.

"Papa bukan pedofil sayang. Karena Papa sayang kalian. Tidak mungkin Papa akan mencelakai kalian. Berbeda kalau orang tidak dikenal."

"Jadi besok kalau waktu main ada orang yang dekati Zera dan melakukan tiga sentuhan yang Mama tunjuk tadi. Zeno harus menarik Zera pergi ya?" Zeno mengangguk semangat. "Bukan hanya Zera. Tapi, berlaku juga untuk Zeno. Paham ya?"

AFTER ENDING (TERSEDIA EBOOK)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang