"(Name) dimari, ada (Name) jangan lari"
Kisah singkat tentang si gadis brutal yang hidup hanya dengan modal doa dan tekad
Ketika diberi kesempatan baru untuk merubah alur hidupnya menjadi lebih baik, apakah dia sanggup melakukannya? Atau malah menje...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Gedeg banget mau mukul orang"
**•̩̩͙✩•̩̩͙*˚ ˚*•̩̩͙✩•̩̩͙*˚*
Hari ini, kelas yang ditempati oleh (Name) kedatangan murid baru. Beberapa anak terlihat antusias dengan hal itu, apalagi ketika guru di depan memberitahu kalau anak baru tersebut perempuan
Namun ketika melihat seperti apa anak baru itu, semua teriakan antusias langsung menghilang diganti tawa mengejek
"Aku Choi Soo Jung, salam kenal"
Setelah memperkenalkan diri gadis baru itu diperbolehkan duduk di bangku yang masih kosong. Perhatian guru di kelas kini berganti pada (Name) yang entah sejak kapan sudah tertidur pulas di mejanya
Satu kapur mendarat di kepala (Name), membuatnya terpaksa bangun
"(Full Name), kalau mau tidur dirumah. Ini sudah masuk jam pelajaran"
"Hng! A-apa? O-oh... Oke" (Name) bahkan menjawab dengan mata yang masih tertutup
Tapi karna tak mau kena semprot dari guru yang sedang mengajar, (Name) terpaksa menjaga matanya agar tetap terbuka. Tapi yang namanya (Name), kalau lagi ngantuk ataupun lagi dalam mood yang buruk mending jangan ada yang ganggu, nanti bakal jadi kaya gini
"Ah! Apaan sih brengsek! Berisik amat ngomongin orang di belakang, dasar manusia hina"
Dia terganggu oleh suara bisikan yang membicarakan penampilan dari anak baru. Tak mau mendengar suara lagi, (Name) menoleh pada Soo Jung, berniat memberikan saran
"Hei, kalau kau sadar diomongin di belakang mending langsung labrak aja"
Saran sesat
Ga sadar diri kamu mba padahal sendirinya sering gibahin orang
Saking ngantuknya, (Name) tidak sadar kalau orang yang dia ajak ngomong barusan adalah Soo Jung
"Jay, aku mau tidur lagi. Kalau sudah istirahat tolong bangunkan ya" Ucap (Name) pada Jay yang duduk di depannya. Jay sih mengangguk saja, lagipula dia sudah terbiasa seperti ini
Soo Jung heran melihat sikap serampangan (Name). Ada ya perempuan yang dengan mudahnya memancing keributan?
Makanya coba deh berteman sama (Name), dijamin hari-hari mu akan semakin suram
Keesokan harinya, (Name) hendak kembali ke kelas setelah puas tertidur di uks. Agak sedikit kapok dia tidur kelas banyak yang ganggu