"(Name) dimari, ada (Name) jangan lari"
Kisah singkat tentang si gadis brutal yang hidup hanya dengan modal doa dan tekad
Ketika diberi kesempatan baru untuk merubah alur hidupnya menjadi lebih baik, apakah dia sanggup melakukannya? Atau malah menje...
"(Name), kira-kira nanti latihannya seperti apa ya? Aku agak gugup"
Ah, bodohnya (Name) lupa kalau Hyungseok lolos audisi berarti laki-laki itu akan bertemu dengan orang-orang hebat lainnya disana
"Seok, mulai hari ini kau harus berjuang" (Name) berdiri lalu membelakangi Hyungseok, membuat sang lelaki memiringkan kepala bingung
"Aku sendiri yang akan melatih mu sampai kau menjadi yang terbaik diantara yang terbaik!!" Di ambilnya ikat kepala berwarna putih bertuliskan 'Semangat!' yang entah (Name) dapat darimana
"Maksud mu? Kau akan mengajari ku?"
"Tentu! Sekarang cepat bangun dan jangan banyak tanya! Mumpung kau lagi memakai tubuh ideal mu"
Selain jadi wibu, (Name) itu juga mengikuti dunia per-Kpop-an bareng teman-teman nya dulu. Jadi jangan aneh lagi jika dia lumayan bisa ngedance, biasnya segunung bund
"Kau ikuti aku ya, nanti akan ku tunjukkan beberapa video simpanan milik ku agar kau makin cepat bisa"
Hyungseok hanya bisa mengangguk pasrah menuruti semua ucapan (Name). Jarang sekali dia melihat gadis itu sangat bersemangat, jadi Hyungseok berpikir (Name) rela membuang tenaga demi dirinya
"(Name), terimakasih"
"Jangan berterimakasih dulu, ini baru dimulai" Ucap (Name) dengan senyum jahat
"E-eh?"
Tapi ternyata Hyungseok sedikit menyesal membiarkan (Name) menjadi pelatihnya
"Bukan gitu! Tubuh mu jangan kaku! Santai aja!"
"Tangannya lebih ke atas lagi! Lebarkan juga kaki mu!"
"Bagus! Tapi harus lebih kaya gini!"
Dia seratus kali jauh lebih galak dibanding pelatih yang ada di gedung PTJ
🌸🌸🌸
"(Name)? Kenapa senyum-senyum terus?"
Pertanyaan Vasco menyadarkan (Name) dari lamunan, dia menoleh kearah suara dan membalas pertanyaan tadi dengan senyum singkat
"Hmm... Kenapa ya?" (Name) kembali menghabiskan makan siangnya