"(Name) dimari, ada (Name) jangan lari"
Kisah singkat tentang si gadis brutal yang hidup hanya dengan modal doa dan tekad
Ketika diberi kesempatan baru untuk merubah alur hidupnya menjadi lebih baik, apakah dia sanggup melakukannya? Atau malah menje...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kita semua capek dan butuh mandi bola"
**•̩̩͙✩•̩̩͙*˚ ˚*•̩̩͙✩•̩̩͙*˚*
Gila gila gila! Ini sebenernya tubuh siapa sih yang ku tempati!? Kenapa sampe kenal bapaknya Krystal buset!
Ya Tuhan ini masa depan ku gimana... Kayaknya udah ga ada harapan lagi deh buat hidup tenang
Ternyata ke dunia fiksi ga seindah bayangan ku, sial dihancurkan ekspektasi
"SHIBAL!!"
Terlalu frustasi, aku guling-guling diatas kasur sambil sesekali memukuli bantal. Lebih baik pulang ke dunia yang semula! Gapapa digebukin lagi sama ayah, yang penting kaga merasa di teror kaya gini!
Tiga minggu sudah terlewat sejak kejadian itu, tapi aku benar-benar jadi tak berani mendatangi rumah Hyungseok lagi. Siapa tau kalau aku bertemu si Choi Dongsoo lagi dia akan beneran menculik lalu membunuh ku, siapa yang tau
"Haaa... Agak babi dunia ini" Sudah lelah, aku merentangkan tubuh di kasur sambil menatap langit-langit dengan sendu
Saat pertama kali bertemu Hyungseok, dia bilang kedua orang tua ku pergi keluar negeri... Tapi kenapa sampe sekarang kaga balik? Ditambah tidak ada info apa-apa pula
Jangan-jangan ada hubungannya sama si Choi Dongsoo...
"Eh, lah iya juga" Terpikirkan sesuatu, aku bangkit dari kasur dan beranjak ke setiap laci di kamar
"Biasanya orang menaruh sesuatu yang penting di..." Pandangan ku tertuju ke satu-satunya lemari besar dirumah ini, tentu tanpa basa-basi aku membuka pintu lemari itu lebar-lebar lalu mengeluarkan semua isinya
Baju, kemeja, celana, sampai kotak perhiasan entah milik siapa semua berhamburan di lantai. Tapi aku belum menemukan satupun petunjuk
"Brengsek!" Emosi yang sudah menumpuk ku lampiaskan dengan menendang lemari di depan hingga sedikit goyang
"Apaan isinya cuman ba- AW!" Sesuatu menimpa kepala ku saat sedang marah-marah
Sebuah buku yang lebih terlihat seperti album foto jatuh di atas kepala ku. Sakit banget anjir berasa ketiban truk
Orang gila mana yang naruh album segede ini diatas lemari? Ga takut dimakan rayap apa?
Rasa penasaran pun muncul, aku membawa album itu agar bisa melihatnya sambil duduk diatas tempat tidur. Asik nemu harta karun
Selain sampulnya yang tebal, ternyata lembarannya banyak banget. Dan nama yang terukir di sampulnya adalah nama ku, benar-benar sama persis
"Nama ku pasaran banget dih, ganti nama aja apa ya"
Dengan sedikit hati-hati karna takut rusak, ku buka album yang ku taruh diatas paha ku ini
Iris mata ku melebar melihat foto di lembar pertama. Ya gimana ga kaget anjir baru mulai udah kena jumpscare