"(Name) dimari, ada (Name) jangan lari"
Kisah singkat tentang si gadis brutal yang hidup hanya dengan modal doa dan tekad
Ketika diberi kesempatan baru untuk merubah alur hidupnya menjadi lebih baik, apakah dia sanggup melakukannya? Atau malah menje...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Cewek kue, cewek mamba Gweh pengennya jadi cewek Gimyung"
**•̩̩͙✩•̩̩͙*˚ ˚*•̩̩͙✩•̩̩͙*˚*
"Anu... Permisi... Aku ingin buang air kecil"
"Tettottt gaboleh, sekarang toilet ini gaboleh dimasuki oleh siapapun"
Dua laki-laki yang ingin menggunakan toilet di lantai bawah dihalangi oleh (Name) yang menjaga di pintu masuk. (Name) melakukan itu karna Gimyung dan Noan sedang berbicara di dalam, dia tidak mau ikut masuk karna malas mendengar obrolan yang menurutnya membosankan
Jadi sebagai gantinya (Name) menjaga agar percakapan mereka tidak di ganggu oleh siapapun
"Apa-apaan ini!? Sejak kapan toilet pria dijaga oleh perempuan?" Tanya laki-laki itu setengah berteriak
"Sejak tadi, aku yang membuat peraturannya. Kalau tidak suka pergi sana, dan kalau kalian masih memaksa ingin masuk harus bayar dulu" Jawab (Name) santai memasang wajah datar
"Bayar!? Berapa!?"
"Dua ribu rupiah, atau setara lima juta won"
"Jangan bercanda!"
Baru (Name) ingin membalas, Gimyung keluar dari toilet seorang diri karna Noan masih terikat di dalam
"Oh, sudah selesai? Jadi bagaimana?" Tanya (Name) menoleh pada Gimyung
"Jika ingin bertemu bos anak perusahaan ketiga, aku harus menemui Shaorung terlebih dulu"
"Oke, dia ada di lantai dua kalau kau tidak tahu"
Perkataan (Name) berhasil menarik perhatian Gimyung. Darimana gadis ini bisa tau? Bukankah daritadi dia ada disini dan tidak berkeliaran?
Tapi meski begitu, tentu Gimyung mempercayai ucapan (Name). Dia pergi menemui Shaorung yang sedang berjaga di depan suatu ruangan VIP dengan (Name) yang setia mengikuti di belakang
"Shaorung? Can we talk for a minute?" Tanya Gimyung selagi berjalan mendekat
"Oh iya, kau orang China ya. Ni Hao bangsat" Lanjut Gimyung sambil tersenyum mengedipkan sebelah matanya