"(Name) dimari, ada (Name) jangan lari"
Kisah singkat tentang si gadis brutal yang hidup hanya dengan modal doa dan tekad
Ketika diberi kesempatan baru untuk merubah alur hidupnya menjadi lebih baik, apakah dia sanggup melakukannya? Atau malah menje...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Another day, another hadahhh"
**•̩̩͙✩•̩̩͙*˚ ˚*•̩̩͙✩•̩̩͙*˚*
"Mulai sekarang jangan bertemu dengan ku lagi"
"Tapi kenapa... Kau sudah berjanji akan bersama ku selamanya..." Tangan lentik seorang gadis mencoba meraih baju laki-laki yang berdiri di hadapannya
"Lupakan tentang segala hal yang pernah ku katakan pada mu, mulai hari ini anggap saja kita tidak pernah kenal" Laki-laki itu menepis tangan sang gadis
Tanpa terasa air mata mulai menetes di pipi kiri gadis itu
"Kenapa, Jihoon..."
"Berisik (Name)!" Suara bentakan tersebut terasa sangat nyata
"(Name)!" Seruan Hyungseok berhasil membuat (Name) terbangun dari tidurnya
"S-Seok?" (Name) mengangkat kepalanya dari meja lalu menatap Hyungseok dan Deokhwa bingung
'Mimpi?' Pikir (Name) sebelum mengusap matanya yang terasa basah
"Loh? Kok aku nangis?"
"Harusnya aku yang bertanya. Kau menangis saat tidur, ada masalah?" Tanya Hyungseok, dia mengusap-usap punggung (Name) pelan
"Oh... Tidak kok, aku hanya mimpi... Buruk"
(Name) mencoba mengingat apa yang dia impikan barusan sampai menangis seperti ini. Tapi percuma, begitu membuka mata dia tidak bisa mengingat apapun tentang mimpinya
"Kau serius baik-baik saja? Tidak mau ke uks dulu?" Tanya Hyungseok lagi, mencoba memastikan
"Iya, gapapa kok. Lagipula itu cuman mimpi, udah yuk pulang" Ajak (Name) mengambil tas miliknya lalu mendorong punggung Hyungseok dan Deokhwa agar berjalan terlebih dulu
Awalnya mereka bertiga asik mengobrol ketika menuruni tangga, tapi ketiganya tertahan oleh sebuah mobil di depan gerbang sekolah
"Eh? Audisi?"
(Name), Deok Hwa, dan Hyungseok mematung di tempat ketika seseorang mendatangi mereka setelah pulang sekolah. Laki-laki itu mengaku datang dari agensi PTJ dan menawarkan diri untuk merekrut Hyungseok
"Iya. Biasanya bukan aku yang datang sendiri, tapi aku ingin sekali menemui mu"
'Wah... Sudah arc ini ya? Artinya nanti Hyungseok sudah bisa bertemu DG, ya walaupun...' Pikir (Name) mengingat-ngingat setiap chapter yang dia pernah baca dulu
"Tapi aku tidak bisa, karna aku harus bekerja paruh waktu" Tolak Hyungseok begitu saja membuat (Name) menahan tawa
Namun setelah perdebatan singkat, akhirnya Hyungseok memutuskan untuk memikirkannya lagi. Sebenarnya dia bilang begitu setelah mengetahui kalau uang makan juga di tanggung sih, lumayan buat penghematan biaya hidup