"(Name) dimari, ada (Name) jangan lari"
Kisah singkat tentang si gadis brutal yang hidup hanya dengan modal doa dan tekad
Ketika diberi kesempatan baru untuk merubah alur hidupnya menjadi lebih baik, apakah dia sanggup melakukannya? Atau malah menje...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Gapapa mulu dek, sesekali bilang anjing kek"
**•̩̩͙✩•̩̩͙*˚ ˚*•̩̩͙✩•̩̩͙*˚*
"J-Janghyun, aku meminta mu memilih wahana sendiri bukan berarti harus yang ini juga!"
"Eh? Memangnya kenapa? Kelihatannya asik loh"
Tidak tidak, kalau begini caranya sia-sia saja (Name) menjauhi semua wahana ekstrim yang ada disini kalau ujung-ujungnya Janghyun mengajak (Name) untuk naik rollercoaster
"Kan masih banyak yang lebih ramah lingkungan! Misalnya kaya gitu!" Seru (Name) menunjuk ke komedi putar
"Kita bisa kesana nanti" Balas Janghyun lalu menggenggam sebelah tangan (Name) dan berjalan maju
"Astaga mak!"
Kalau tahu akan begini sebaiknya (Name) bawa persediaan tolak angin dari rumah. Lagipula sebenarnya dia bukan takut karna wahananya, tapi takut kalau darah rendahnya kambuh
"Hei Janghyun, masih ada waktu untuk merenungkan ini semua. Jadi ayo kita turun dan naik kuda-kudaan saja" Ucap (Name), masih berusaha meski udah duduk di tempat paling depan
Jantungnya tambah berdegup kencang ketika kereta itu sudah berada di puncak paling atas. Mana ga langsung turun tapi berhenti dulu beberapa menit sebelum akhirnya terjun bebas
"WAAAAAA!! MAMAK!!!"
Teriakan (Name) termakan oleh kencangnya hembusan angin. Dan bukan hanya dia yang berteriak, orang-orang di belakang juga tak kalah histeris. Terlebih saat keretanya melintas melewati genangan air yang sudah disiapkan
Tentu wajah (Name) jadi korban. Mau meneriaki kata kasar tapi (Name) ingat ada Janghyun, kan dia masih harus jaga image sebagai perempuan baik-baik
Setelah semua kelebayan (Name) menaiki rollercoaster, mereka berdua turun dan berencana beristirahat sebentar. Sekalian nenangin jantung
"U-ukh... Kepala ku... Kayaknya bakal copot" Biasa, akibat duduk di depan
"Hyun, aku mau ke toilet dulu" Ucap (Name) memegangi perutnya yang terasa mual
"Sini tas mu"
(Name) mengangguk dan memberikan totebag yang ia bawa pada Janghyun lalu berjalan menuju toilet terdekat
Awalnya semua biasa-biasa saja, sampai (Name) mendengar suara teriakan yang berasal dari dalam toilet. Tanpa pikir panjang dia menghampiri asal suara dan mendapati tiga gadis murid sekolah lain sedang menganggu Yui, Mijin dan Haneul
"Heh! Kalian ngapain cewek ku, anjing!"
Ketiga gadis itu menoleh kearah (Name) di pintu masuk toilet. Pemimpin mereka, Sumi mendekati (Name) dengan sebatang rokok di tangannya