✙Vivi's Club III✙

4K 807 125
                                        

"Mengeluh adalah passion"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Mengeluh adalah passion"

**•̩̩͙✩•̩̩͙*˚ ˚*•̩̩͙✩•̩̩͙*˚*

"Hadeh... Kenapa malah jadi berakhir begini sih, sial" Oceh (Name) selagi menjaga satu ruangan. Di sebelahnya ada Shaorung yang diam tak berkutik

"Ini gara-gara kau, dasar tititless. Panggilannya doang naga kecil tapi ga punya naga" Ujar (Name) lagi. Pake bahasa indo kok, dia gamau Shaorung tau kalau dia sedang menghinanya

"Kau bisa bahasa asing selain Korea?" Tanya Shaorung. (Name) jelas kaget, dia pikir Shaorung menganggapnya sebagai hiasan

"Tentu, aku fasih empat bahasa. Korea, Inggris, Indonesia, dan Sunda" Jawab (Name) membusungkan dada bangga

"Ada hal yang daritadi ingin ku tanyakan" Ucap Shaorung, tak memperdulikan ocehan (Name) sebelumnya

"A-apa?" Balas (Name) gugup. Takut jika Shaorung akan bertanya macam-macam yang tidak bisa ia jawab

"Kau bilang kau adik Kim Yejin? Tapi kenapa marga kalian berbeda?"

Sudah (Name) duga akan ada seseorang yang curiga seperti ini. Tapi untungnya dia sudah menyiapkan jawaban

"Kamu nanyae? Kamu bertanyae-tanyae?" Oceh (Name) asal agar suasana tak terlalu canggung, tapi sepertinya sia-sia setelah tak mendapat reaksi apapun dari Shaorung

"Kami beda ayah. Pertemuan ku dengan orang aneh itu pun tak di sengaja, namanya juga takdir" Jawab (Name), mencoba tak terlihat mencurigakan

"Tapi nama depan kami hampir sama, kan? Yeji dan Yejin" Lanjutnya sedikit tertawa

Tapi usaha (Name) mendekatkan diri dengan Shaorung sia-sia, laki-laki berkepang di sebelahnya malah terlihat tak tertarik dengan yang (Name) bicarakan. Padahal tadi dia yang bertanya

"Oh iya, kau kenapa menerima ku menjadi penjaga begitu saja? Kau tak curiga?"

"Tak ada alasan untuk curiga pada gadis seperti mu" Perkataan Shaorung sedikit menyinggung (Name)

Padahal (Name) tau betul Shaorung menaruh kecurigaan pada Gimyung. Tapi kenapa dia tidak? Apa karna tubuhnya yang kecil jadi Shaorung berpikir (Name) lemah?

"Cih, ternyata kau memang menyebalkan. Pantas terkadang Vivi kesal padamu" Gumam (Name), sedikit mengencangkan suaranya agar terdengar oleh Shaorung

"Jangan membicarakannya seperti itu, kau tidak tau apa-apa tentang Nona Vivi"

"Aku tau, karna kami sama-sama perempuan. Jadi aku mengerti perasannya, apalagi dia harus berhadapan dengan orang seperti mu" Balas (Name), entah pergi kemana ketakutannya tadi

"Sesekali cobalah ngertiin Vivi anjir. Kau tidak tau selama ini dia menyanyangi mu lebih dari sekedar tuan dan bawahan?"

Meski ada beberapa kata yang tak dimengerti oleh Shaorung, dia masih bisa memahami sebagian besar ucapan (Name)

𝐢𝐫𝐢𝐝𝐞𝐬𝐜𝐞𝐧𝐭 || ʟᴏᴏᴋɪꜱᴍCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang